30 November 2009

Hikayat Si Unyil

5 komentar
































Hari ini sengaja memposting salah satu sahabat saya tercinta dengan kisahnya ketika saya ajak jalan-jalan ke Takengon Aceh Tengah. Cerita ini berkisah tentang perjuangan si Unyil mengantarkan saya keliling kota Takengon hingga menemani kesendirian saya ketika berada di seputaran Danau Laut Tawar, sebuah danau yang berada di dataran tinggi Gayo

Ceritanya begini neh. Suatu hari di tengah turunnya gerimis yang menambah dingin Kota Takengon saya menuju sebuah kampung di pinggir Danau laut Tawar untuk bertemu seorang tokoh masyarakat yang sebelumnya memang sudah saya telepon untuk bertemu. Namun pada suatu saat, entah kelelahan mungkin ya. Ban belakang si Unyil meledak di tengah jalan ketika perjalanan baru saja sampai di kampung Kebayakan. Menjadi cerita yang tragis ketika harus menghadapi kejadian yang begitu menyedihkan.

Saya begitu terkejut mendengar suara ledakan ban si unyil. oooh no.... pasti sakitnya luar biasa pikir saya dalam hati sambil melihat kondisi ban belakang yang koyak. Ternyata ban mungil si unyil tidak mampu menghadapi jalanan yang waktu itu memang berlubang-lubang. Jalan yang harusnya mulus itu terkoyak berlobang oleh roda-roda truk super gede yang sedang mengangkut material timbunan sebuah proyek.

Setelah selesei menuntaskan diskusi dengan seorang bapak yang saya temui tadi, saya segera menuntun si unyil mencari "rumah sakit" terdekat untuk mengobati luka si unyil yang begitu parah. Lama tak ketemu juga akhirnya saya putuskan untuk membawa si unyil dengan becak motor ke tengah kota yang lengkap fasilatasnya. huh... Akhirnya perjalanan selama 10 menit terlewati dan sampai juga di "rumah sakit sepeda".

Segera setelah mendapat persetujuan saya, sang perawat mulai mngobati luka si unyil dengan penuh kasih sayang hingga sembuh seperti sedia kala.



26 November 2009

Lagi-lagi Ulang Tahun

5 komentar
Hari ini (26/11), seperti biasa mirip kayak tahun-tahun yang lalu, lagi-lagi saya merasa sedikit tua. Kenapa bisa begitu?? Ya karena umur saya nambah 1 lg pas hari ini hehehe

Kalo om wiki bilang sih Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim.

Ngomong-ngomong soal ultah alias ulang tahun, sebenernya apa sih yang bisa dipetik dari peringatan ini *ciey sok2 moderator seminar neh*

Ya kalo saya pribadi sih sbenernya seneng iya sedih juga iya. Begini neh critanya. Senengnya ya, satu, pas hari ultah neh akan banyak yang memberikan ucpan plus doa. Nah biasanya ne doanya baik-baik, jadi kita harus bersyukur. Misalnya saja, “met ultah ya gung…jgn lupa cepet2 kawin!” wkkk walaupun nadanya agak ngejek neh, tapi kita harus tetep bersyukur, temen ini masih baik mendoakan yang kayak begituan. Coba kalo doanya begini neh, “met ultah ya, yang penting makan2, kawinnya juga besok2 aja gpp deh tar traktiran berkurang lagi kalau kamu cepet2 kawin”. Nah yang kayak ginian neh doa yang agak kurang ajar wkkkk.

Kedua dengan ulang tahun kita jadi bisa “berkaca”. Bahasa gaul neh, mangsutnya begini, ketika kita merayakan ulang tahun kita akan teringat dengan kejadian-kejadian yang lalu-lalu. Nah ketika kita mengingat yang lalu, ini adalah sebuh moment yang sangat dan paling tepat untuk mengoreksi diri. Apa kelemahan, kekurangan kita di tahun-tahun sebelumnya. Kemudian kita nilai juga apa kelebihan-kelebihan kita. Jadi dengan melihat nilai positif dan negative yang ada pada diri kita, tentunya kedepan kita tak mau kan kalo nyemplung di lobang yang sama. Nah dengan “berkaca” inilah kita bisa memetakan potensi diri dan mulai mengatur strategi yang tepat bagaimana. Wehehehe mantep kan…contoh kasus begini, setahun lalu saya berencana untuk kawin (wuhuhu dr tadi kok kawin aja sih gung :p), nah dari analisis dampak lingkungan yang kita lakukan, kenapa ya kok mundur-mundur sampe skarang belom-belom juga. Nah yang seperti ini neh kayaknya tahun depan harus diganti dengan strategi yang lebih jitu.

Yang ketiga… apa lagi yo???bingung aku mbacote wkkk
Nah ketemu! Ketiga dengan ulang tahun silaturahmi akan tetap terjaga. Kalo nggak ada ulang tahun mana ada FB saya penuh dengan ucapan temen-temen yang paling males kasih komen hahaha. Nah yang dari semula males berkunjung (ya setidaknya kujungan ke FB temen) apa lagi menyapa, dengan adanya ulangtahun ini kita serasa berkumpul, berbagi doa dan yang pastinya silaturahmi nyambung lagi. Dan selanjutnya dengan ulang tahun ini, perubahan adalah yang utama (ciey…sok serius, koyo kampanye wae gung). Nah yang ini terserah teman-teman mengartikannya.

Nah sekarang sedihnya gung. Kalo cerita-cerita sedih di hari ulang tahun kayak apa ya?saya sendiri juga bingung untuk mengungkapkan kesedihan di hari ultah. Lah isine seneng-seneng thok.

Kalo masalah umur berkurang (katanya nambah umur, piye to) ya itu tidak usah terlalu disedih gulanakan (maksa ne… kalo gundah pasangannya gulana, kalo sedih pasangannya apa ya???)

Umur itu sudah ada yang atur kok. Pasti setuju semua temen-temen saya yang baik2 ini kan??? Yak betul, hanya Guti Allah yang tau jatah kita itu berapa lama untuk mencicipi nikmatnya dunia. Saya pake istilah mencicipi ini ibarat kalo orang mencicipi kan Cuma sak ndulit alias seujung sendok aja toh. Nah dikarenakan nikmat dunia itu begitu buesar, jadi yang kita Cuma bisa mencicipi yang sedikit ini toh.

Yang laen apa lagi ya…wis lah cukup sekian dulu mau ngelanjutin menulis mimpi-mimpi saya dulu neh.

Selamat ulang tahun ya gung…semoga makin bermakna:)

pesan: sengaja saya pasang fotonya kue tart pake lilin, ini sebagai solidaritas kita terhadap pln yang sering mati-mati lampu dan diharapkan dengan adanya tart berlilin ini kalo terjadi pemadaman listrik tetap selalu terang :p

12 November 2009

Berita Duka

6 komentar
Innalillahi wa inalillahi rojiun…

Telah meninggal dengan tenang “mouse” kesayangan saya yang berwarna merah merona pada hari rabu 11 nopember 2009 jam 19.30 wib.
Semoga segala kebaikan selama ini mendapat balasan dari Tuhan yang maha kuasa.

Hari ini pun saya masih merasa sedih tak terkira, ketika mouse kesayangan saya meninggalkan saya dengan begitu cepatnya. Bagaimana tidak proses kematiaannya berada di depan mata saya gitu loh.

Cerita punya cerita begini neh. Abis magrib plus makan malam, saya berniat untuk mengirimkan imel pesanan temen saya. Imel ini berisikan schedule rencana perjalanan wisata ke Jogja yang akan diikuti temen-temen saya di Jakarta.

Tanpa komando aba-aba, segeralah saya keluarkan perangkat tempur. Saya keluarkan satu persatu dari dalam tas, mulai dari mouse, kemudian bag cover, trus kantong pensil imut, trus kantong kabel laptop dan terakhir laptop terseksi di dunia. Abis tuh, saya pun langsung nyalain lapton + pasang mouse cantik jelita. Begitu nyala, gerakan-gerakan mouse masih normal, hore pikir saya. Dan seperti biasa cetak-cetuk bunyi tuts keyboard merdu menghias riuhnya malam ditambahkan goyangan kursor yang seirama dengan goyangan mouse tercinta.

Belum berapa lama laptop bekerja, tiba-tiba nyala mouse yang berwarna-warni mulai padam. Lho…lho… kenapa ini pikir saya. Saya goncangkan lagi mouse tercinta, kok nggak mau gerak-gerak neh kursornya.

Duh jangan..jangan.., saya mulai bernegatif thinking.

Tidak…tidak… saya berteriak sekencang-kencangnya. Mouse kesayangan saya ternyata sudah mati. Hiks..hiks…

Ya sudah lah… mungkin tidak boleh disesali kematian mouse saya tercinta ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri kepada Tuhan yang maha esa.

Buat mouse-ku tercinta semoga engkau mendapat tempat yang nyaman disisiNya. Amin…

19 Oktober 2009

Ranup Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh*

3 komentar
Oleh: Agung Suryo

Daun sirih di Aceh dinamakan Ranup. Ranup memainkan peranan penting dalam kehidupan orang Aceh. Ranup yang telah dibubuhi kapur, irisan pinang, dan gambir kemudian dikunyah sebagai makanan pelengkap.

Prosesi penyiapannya dari memetik daun sampai dengan menyajikannya divisualisasikan menjadi sebuah gerakan tari yang sangat dinamis dan artistik. Gerakan inilah yang akhirnya menjadi tarian tradisional asal Aceh yang dinamakan Tari Ranup Lampuan. Menyajikan ranup kepada tamu dalam tradisi Aceh adalah sebuah ungkapan rasa hormat.

Namun kita tidak pernah memperhatikan dengan seksama apa yang ada di balik semua aktifitas yang berkaitan dengan ranup. Ranup bagi masyarakat Aceh tidak hanya sekedar tumbuhan yang memiliki manfaat secara fisik semata. Namun di balik itu ada berbagai penafsiran poli-interpretasi, karena di dalam memahaminya ranup menjadi simbol yang multi rupa.

Pemaknaannya secara social dan cultural digunakan dalam banyak cara dan berbagai aktivitas. Ranup dengan segala perlengkapannya memainkan peranan penting pada masa kesultanan Aceh, dalam upacara-upacara kebesaran sultan.

Selain itu dalam perkembangannya, ranup juga menempati peranan yang cukup penting dalam sistem daur hidup (life cycle) masyarakat Aceh. Jika ada acara-acara resmi, seperti pernikahan, hajatan sunat, bahkan di acara penguburan mayat sekalipun, ranup seolah menjadi makanan wajib. Sehingga ada anggapan, adat dan ranup menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan di Aceh.

Dari masa sebelum melahirkan yakni ketika usia kehamilan mencapai tujuh atau delapan bulan, mertua sudah mengusahakan seorang bidan untuk menyambut kelahiran bayi. Pihak mertua dan ibunya sendiri biasanya mempersiapkan juga hadiah yang akan diberikan kepada bidan pada saat mengantar nasi sebagai tanda persetujuan.

Tanda ini disebut dengan peunulang, artinya hidup atau mati orang ini diserahkan kepada bidan. Setelah menerima peunulang, ada kewajiban bagi bidan untuk menjenguk setiap saat. Bahkan kadang-kadang ada yang menetap sampai sang bayi lahir. Biasanya hadiah yang diberikan kepada bidan antara lain seperti, ranup setepak (bahan-bahan ranup), pakaian sesalin (biasanya satu stel), dan uang ala kadarnya.

Pada saat bayi lahir, diadakan pemotongan tali pusar dengan sebilah sembilu, kemudian diobati dengan obat tradisional seperti dengan arang, kunyit, dan air ludah ranup. Upacara yang berkaitan dengan daur hidup lainnya yang didalamnya menggunakan ranup sebagai salah satu medianya adalah upacara antar mengaji.

Upacara perkawinan dalam masyarakat Aceh juga mempergunakan ranup dalam rangkaian upacaranya. Setelah seulangke mendapat kabar dari ayah si gadis, lalu menyampaikan kabar suka cita kepada keluarga pemuda, ditentukan waktu atau hari apa mengantar ranup kong haba, artinya ranup penguat kata atau perjanjian kawin (bertunangan).

Kemudian keluarga si pemuda mengumpulkan orang-orang patut dalam kampung kemudian memberi tahu maksud bahwa dimintakan kepada orang-orang yang patut tersebut untuk pergi ke rumah ayah si gadis untuk meminang si gadis dan bila dikabulkan terus diserahkan ranup kong haba atau tanda pertunangan dengan menentukan sekaligus berapa mas kawinnya (jiname).

Dalam hubungan sosial masyarakat Aceh, ranup juga memiliki fungsi dan peranan penting antara lain untuk penghormatan kepada tamu. Sekaligus untuk menjalin keakraban dan perasaan solidaritas kelompok, maupun sebagai media untuk meredam/menyelesaikan konflik serta menjaga harmoni sosial.

Simbol

Berkaitan dengan adat menyuguhkan ranup tersebut, ranup dapat diartikan sebagai simbol kerendahan hati dan sengaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah.

Sebentuk daun sirih (sebagai aspek ikonik) dalam kaitan ini dapat dirujuk pada aspek indeksikalnya adalah sifat rasa yang pedar dan pedas. Simbolik yang terkandung di dalamnya adalah sifat rendah hati dan pemberani.

Ranup juga dianggap memiliki makna sebagai sumber perdamaian dan kehangatan sosial. Hal ini tergambar ketika berlangsung musyawarah untuk menyelesaikan persengketaan, upacara perdamaian, upacara peusijuek, meu-uroh, dan upacara lainnya ranup hadir ditengah-tengahnya.

Semua bentuk upacara itu selalu diawali dengan menyuguhkan ranup sebelum upacara tersebut dimulai. Dalam etika sosial masyarakat Aceh, tamu (jamee) harus selalu dilayani dan dihormati secara istimewa.

Hal ini terjadi karena seluruh segi kehidupan masyarakat Aceh telah dipengaruhi oleh ajaran Islam yang dibakukan dalam adat dan istiadat.

*pernah dimuat pada Harian Media Indonesia, Sabtu, 1 Agustus 2009.

11 Oktober 2009

MIYABI = Haram

8 komentar
Belakangan ini saya merasa kuatir, gundah gulana. waduh...waduh... kenapa ne ya kok tiba-tiba saya jadi orang yang terkuatir sedunia?

Ceritanya begini bapak-bapak, mamak-mamak tercinta. Sudah beberapa hari terakhir ini kok rasa-rasanya ada yang janggal dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anak kecil (abk=anak baru kecil) di sekeliling saya. Loh kenapa kuatirnya? yang bikin kuatir bin deg-deg sir itu karena pertanyaan abk-abk ini sungguh diluar dugaan indera ke tujuh saya.

Pertanyaannya begini neh, "mas...miyabi itu siapa sih?artis ya? wah pasti cantik dong kalo perempuan?pasti hebat dong & gagah seperti supermen kalo laki-laki?".

Nah loooo gimana saudara-saudara sekalian kalou anak anda bertanya-tanya tentang miyabi binti xxx (miyabi anaknya siapa sih? wkwkwkw).

Pasti kalo anda-anda semua itu bapak-bapak dan juga mamak-mamak berhati luhur pastinya langsung shock atau bisa juga semaput alias pingsan mendengar pertanyaan seperti itu. Berhubung saya belum punya anak jadi saya tidak pingsan wuehehehe :D

Kembali ke persoalan miyabi. Hakikatnya miyabi ini siapa sih? miyabi ini ketika saca cari-cari di mesin pencarinya om google ternyata adalah...... bintang porno bapak-bapak mamak-mamak.

huhuy.....bagi para penggemar pasti dah pada tau dong hehehe. Kebetulan neh ya gosip yang beredar, mbak miyabi neh mau maen filem di Indonesia tercinta kita. Hayo bagi para penggemarnya bisa langsung ke Jakarta minta tanda tangan. hayo...hayo siapa cepat dia dapat wkwkwkw.

Heboh miyabi ini bermula dari rencana sebuah rumah produksi untuk mendatangkan artis "sepep" (sepep= xxxxx) ini ke Indonesia untuk maen sebuah film bergenre humor. Namun ya gara-gara sudah tersetempel oleh cap porno, ya sudah mau ga mau, skali porno tetap porno.

dan yang terjadi adalah: pro kontra kedatangannya. Huuh basi. Ada yang asik-asik dikit aja dah pada protes, yang mendukung pun ta mau kalah belain. Wah jan...... ( ini adalah bentuk ekspresi kekesalan, bukan sebuah produk untuk masak-memasak. kalo yang buat masak itu wajan).

Ekses yang muncul di masyarakat awam pun juga aneh-aneh. Misalnya saja saya yang belum tau apa -apa ini jadi penasaran juga, buka google lalu klik dan oh yes..oh no... (jadi tau kan saya sekarang wkwkwkw). Dan yang terheboh ya seperti diatas saya sebutken tadi. Anak-anak kecil yang liat tivi trus pas liat demo menolak + mendukung miyabi jadi tanya-tanya ke orang yang lebih tua seperti saya ini. "Miyabi itu siapa sih mas?"

Dan barusan saya juga ceting dan berdiskusi dengan salah satu jurnalis handal ibukota. Saya diskusikan masalah miyabi ini berhubungan dengan kondisi masyarakat. ciey sok-sok pengamat sosial neh. Gimana sih kondisi masyarakat menanggapi miyabi dan lain-lain, bla..bla..bla...

Dan kesimpulannya kalo ada anak nanya, "siapa sih miayabi?", "apa sih miyabi?". Saya disuruh bilang ke anak-anak kalo miyabi itu makanan haram. Loh kok?

Ya karena Miyabi adalah : Mie Ayam Babi.

betul..betul..betul... (ipin mode:ON)

catatan: foto diatas saya unduh dari republika.co.id & saya juga ga tau itu foto miyabi yang sesungguhnya atau bukan.

15 September 2009

em-udik #1

1 komentar

Wah...wah...ternyata saya sudah lama tidak menyambangi blog kesayangan saya ini to.... weleh..weleh.. ko ya baru nyadar gitu loh.

Loh..loh...lha kok ini malah saya sudah sampe di Semarang to? hehehe... Malah tambah bingung to...

Ceritanya begini neh. Pagi hari tadi (15/9) merupakan pagi pertama saya di kota tercinta saya di Jogja. Kebetulan kemaren malam itu (14/9) saya baru saja nyampe Jogja setelah perjalanan panjang saya dari kota yang tak kalah tercintanya Banda Aceh.

Cerita punya cerita selepas bangun pagi, yang kebetulan saya nglilir (=mendadak bangun) jam 2 pagi, saya sempet bingung juga soalnya belum ada orang yang bangun. Akhirnya saya gedor-gedor kamar-kamar dirumah saya buat bangunin tidur, hari ini kan masih puasa to?

Selepas bangun saya pun pergi ke rumah nenek saya yang nggak jauh dari rumah. Hari ini saya sahur dengan nasi ayam suwir + sambel tahu krecek. Nah yang orang Jogja pasti dah kenal ne makanan. Kalau belum datang aja ke setiap warung Gudeg di Jogja. Dijamin pasti nemu neh menu. Kalo nggak nemu, boleh deh tebas leher ayam tetangga saya (kalo tebas leher saya, ya jangan...bisa KO saya :p).

Lanjut ke cerita punya cerita yang laen... tanpa ada rencana di atas tempat tidur saya berpikir. kemanakah hari ini? kemudian tanpa pertimbangan yang mendalam (sumur kali ya :p) saya putuskan jalan-jalan ke semarang aja. Setelah mantep, ya sudah saya langsung ambil langkah seribu menuju kamar mandi. Tapi bukan untuk mandi, melainkan untuk melakukan kewajiban di pagi hari saya yaitu xxxx (nggak saru to?). Dan pastinya langsung dilanjut mandi dong :)

Setelah badan terasa lebih segar & wangi, tentu saja lebih wangi karena sorenya saya memang tidak mandi hehehe (yang ini bukan karena disengaja loh pren) saya ambil sky wafe adek saya buat memuaskan nafsu jalan-jalan saya. Lumayan, pikir saya, pagi-pagi dah kelayapan, padahal kalo di banda jam 7 pagi tuh temen-temen saya masih asik bergulat di tempat tidur masing-masing.

Wah seger banget neh Jogja di pagi hari. Ngebut pun masih oke banget di jalanan yang biasa macet pada siang hari. Ciiiiiiit......tiba-tiba saya mengerem laju motor saya. Saya putar pikiran, yang tadinya berencana ke Semarang dengan sepeda motor akhirnya saya putuskan untuk nyimpen motor di parkiran umum Terminal Jombor. Kasihan motornya capek nanti kalo jalan jauh-jauh (weeks....alasanmu itu lho Gunk! nggak lucu banget hahaha).

Melihat bis Ramayana ngetem membuat napsu saya menaiki motor menurun drastis. Saya juga berpikir, jangan-jangan nanti bisa dapet rejeki nomplok di dalam bis (kalo yang ini bukan berencana untuk nyopet loh), maksud saya siapa tahu saya bisa mendengarkan alunan keroncong "Semarang Kaline Banjir" di dalam bis jurusan Jogja-Semarang yang saya tumpangi tersebut.

Cukup menyenangkan juga ya naek bis. Bis segede gajah yang saya tumpangi itu cuma muat 7 orang penumpang. Uasik tenan.... Serasa bis pribadi pren! Setiap orang boleh duduk dengan 3 kursi hahaha. Pokoke serasa bis super VIP deh. Tapi....lagi-lagi tapi... perut saya ini ko rasanya diremas-remas ya. Usut punya usut kayaknya saya terkena gejala-gejala mabok darat neh huhuhu maklum bis-nya ajrut-ajrutan :(

3 jam akhirnya sampe juga di Semarang. Perjalanan terakhir saya berakhir di rumah mas saya hehehe.

Dan sekarang waktunya kota-kota.... wisata kuliner siang hari di bulan puasa kayaknya kurang tepat deh. Wah-wah....akhirnya saya berkeras untuk tetap menunggu sore hari untuk berwisata kuliner. nyam..nyam..nyam..

Buat temen-temen saya yang mudik, selamat bermudik ria. Buat temen-temen saya yang mau berlebaran, saya ucapakan selamat menyambut lebaran.

semoga menjadi mudik yang sukses :)


04 Agustus 2009

Jalanan Banda Aceh Yang Keren

1 komentar

Pagi tadi (4/8) ketika saya keluar dari rumah menggunakan motor tercinta menuju kantor ngerasa ada yang aneh. Suer aneh beneran, perasaan kok ada yang baru gitu loh dengan jalanan yang saya lewati. Tengok kanan, tengok kiri memperhatikan sepanjang jalan saya baru tersadar. Ooooo… jalanan di Banda Aceh memang ada yang baru.

Apakah itu? Mari kita lanjutkan setelah pesan yang satu ini.

Iklan: “saksikan Pekan Kebudayaan Aceh dari tanggal 2 – 11 Agustus 2009 di Banda Aceh. Jangan lewatin ya! Ajak emak, bapak, om, tante, adek & pacar kamu :)”

Yak mari kita lanjutkan lagi tentang jalanan Banda Aceh yang menurut pandangan mata saya ini baru. Jadi selama saya jalan pagi tadi jalanan aspal yang saya lewati itu ada beberapa ruas yang aspalnya masih bau pabrik. Saya heran saja, jalanan yang masih bagus kok ditumpuk-tumpuk lagi dengan aspal yang baru ya. Mbok iyao disumbangkan di gampong saya yang emang kebetulan belum diaspal hehehe…kasihan ya gampong saya. Tapi gapapa ko yang penting ada jalan dan bias dilewati.

Kembali ke masalah aspal. Saya heran saja ya, kadang pemerintah ini agak lucu. Jalanan yang sudah mulus terus aja diperhalus, khususnya di kota-kota neh. Kenapa ya? Saya jadi heran.

Kembali ke masalah jalan, saya jadi teringat pada suatu kejadian di kabupaten xxx (ini bukan yang saru2 loh tapi biar terlihat lebih santun:p). Waktu itu dari kantor saya melaksanakan kegiatan di daerah yang memang jauh dari ibukota kabupaten xxx tersebut. Pada saat pertama lewat yah sewajarnya jalanan di daerah pinggiran kan. Aspal belum, rata pun tidak. Nah yang sangat mengejutkan beberapa hari sebelum hari H acara yang akan dibuka oleh bupati, jalanan yang tadinya buruk rupa telah disulap menjadi cantik rupa, walaupun nggak pake asapal sih. Jadi dari kisah yang singkat ini saja saya jadi berpikir: “jadi jalan itu diperbaiki kalau mau dilewati para pejabat terkhusus bos besarnya ya!”. Hahaha ini masuk akal banget. Bagaimana tidak, pastinya bupati akan berpikir “wah maju juga neh wilayahku, dipelosok aja jalan sudah halus walaupun belum diaspal”. Kasihan nggak sih pimpinan yang begituan? Menurut saya sih kasihan banget. Lah kok mau-maunya diboongin bawahannya, dengan sulapan-sulapan instan kayak cerita diatas.

Trus kembali ke Banda Aceh, saya berpikir lagi. “Apakah jalanan baru ini ada hubungannya dengan kedatangan presiden mas SBY mbesok tanggal 5 agustus itu ya? Bisa jadi jawabnya bisa jadi salah. Tapi ya sudahlah. Biarkan waktu yang menjawab dan rumput-rumput di jalanan yang mengerti jawabnya.

Satu lagi, saya ada saran biar negeri Indonesia ini maju, ya setidaknya semua jalanan diaspal bagaimana kalo presiden kita mas SBY itu diajak keliling pelosok Indonesia. Pasti deh para pejabat di daerah langsung mengaspal jalanan-jalanan yang tadinya hanya bisa buat lewat antrian kerbau dan bebek.

Nggak loh ini hanya guyonan. Tar dianggap serius….plis deh :D

pesen: photo diatas bukan dari ilustrasi tulisan saya, namun hanya sekedar numpang tenar aja :p

28 Juli 2009

Tips Mengasuh Anak yang Goenk Bgt

3 komentar
Tumben-tumbenan kali ini saya membuat tulisan yang agak aneh. Mengasuh anak gitu loh. Sedangkan anak saja saya belum pernah bikin apalagi punya. Hihi

Buat bapak-bapak, ibu-ibu, yang kebetulan lagi punya anak, sebenernya saya agak kurang sreg aja ya mosok orang belum punya anak kok brani-braninya ngajarin orang-orang yang sudah mahir memelihara anak. Sejujurnya ini adalah pengalaman saya ketika berhubungan dengan keponakan-keponakan saya dan juga sepupu-sepupu saya yang masih bayi dan juga beranjak abg.

Yang pertama diperhatikan ketika mengasuh anak yaitu bagimana kita mampu membuat si anak itu nyaman bersama kita. Buatlah dialog yang nyambung dan sesuai dengan konsumsi anak-anak, jangan sekali-kali ya ketika mengasuh anak, yang diobrolin malah tentang pemilu dan kekisruhannya. Hal ini sebenernya bagus, akan membuat si anak kritis dengan gejala-gejala alam. Hueh apa lagi neh :p

Pokoke kalo ngajak ngobrol disesuaikan dengan tingkat usia si anak, kalau nggak mau si anak akan dewasa sebelum waktunya. Hayo serem kan?

Yang kedua, setelah ngobrol nyambung, selanjutnya bagimana kita menciptakan mood yang nyaman bagi si anak. Jangan sekali-kali memperburuk suasana hati si anak dengan berbagai perlakuan yang kurang menyenangkan. Mensana in corpora sano. Tambah ga nyambung lagi deh ini kayaknya. Efek jangka panjang daripada suasana hati yang selalu senang menurut penelitian akan mampu menciptakan generasi yang matang dengan tingkat kecerdasan emosional diatas rata-rata. (suer kalo yang ini asli ngarang hahaha:D)

Ketiga, kita tahu anak-anak selalu mempunyai keinginan yang bermacam-macam. Nah pada saat seperti ini kadang larangan-larangan akan membuat si anak berkecil hati dan bisa-bisa menciptakan generasi –genarasi minder. Yang utama ciptakan larangan yang positif, hindari kalimat jangan..jangan..jangan… tapi ubah kata jangan menjadi boleh atau iya, dengan pokok isi tetap larangan tapi lebih berkesan halus.

Keempat, ajak si anak untuk bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Missal saja, setelah si anak bermain-main dengan mainannya, ajak bersama untuk membersihkannya. Jangan menyuruh si anak untukmembersihkan sendiri mainannya. Contoh yang baik adalah meniru. Ketika kita membersihkan, si anak akan turut dengan senang acara bersih-bersih tanpa harus disuruh dengan paksaan. Hal ini juga dapat menciptakan kesadaran untuk bertanggung jawab kelak setelah si anak tumbuh dewasa. Ajari anak lewat tindakan-tindakan yang kita lakukan. Jangan pernah berharap anak mau membaca seandainya kita sebagai pengasuh tidak membaca. Jangan pernah berharap anak mau menulis seandainya kita sendiri malas untuk menulis.

Jadi intinya? Simpulin sendiri aja ya!hahaha tar tambah salah kan banyak dosa saya.

06 Juli 2009

Dicari Pemijet Sehandal Bu Somo

2 komentar
Wuah hari ini (6/7) badan saya kok belum sueger buger ya. Melihat kebelakang, kayaknya sih dihari-hari kemaren tidak sesibuk dan sepadet apalagi secapek pas minggu sebelumnya yang emang saya dihajar dengan kegiatan yang super melelahkan.

Kemudian puncak dari kecapekan badan saya ini pas hari sabtu (4/7) sore badan bener-bener teller, kepala pening dan hidung juga meler semeler-melernya. Dilanjut juga pada pagi hari di hari minggu (5/7) keteleran saya semakin menjadi saja. Jadwal yang telah saya susun bahwasannya pada setiap minggu pagi harus senam jantung sehat di Lapangan Blang Padang tergagalkan untuk waktu itu.

Sesuai dengan judul pekabaran saya diatas, pada saat terkapar sakit, badan pegel-pegel, saya jadi teringat dengan kehebatan mBah Somo tetangga saya yang jago banget dalam hal pijat memijat.

Trus apa hubungannya sakit saya dengan mBah Somo ini?

Hubungannya begini bapak-bapak ibu-ibu… dahulu kala ciey…sejak saya masih kecil tuh suka banget dengan apa yang dinamakan “pijit” atau yang enak dilidah disebut dengan “pijet”. Hal ini juga berkaitan dengan budaya masyarakat disekitar saya (sengaja tidak saya sebutkan dengan gambling budaya mana itu…karena saya lagi nggak semangat dikira terlalu sara ataupun rasis :p ). Di lingkungan saya ini kebiasaan pijet itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari mulai beberapa hari setelah dilahirkan sampai simbah-simbah yang sudah uzur pun.

Cerita pijet memijet ini buat saya sangat begitu membekas di lubuk hati yang terdalam. Hobi saya dipijet ini tumbuh dari pengalaman kecil saya. Terkadang kalaupun saya maen ke rumah nenek saya yang hanya berjarak beberapa kaki dari rumah saya, rayuan gombal saya kepada nenek saya lancarkan dan berhasil….:) saya pun yang paling sering dapat jatah dipijet hehehe. Dus buat cucu-cucu nenek saya yang lain jangan pada ngiri ya :p

Lama berlalu dan sampai gede pun kebiasaan pijet saya ini masih berlanjut. Namun tidak seperti waktu kecil saya dulu. Kebiasaan yang baru dalam urusan memijit saya ini telah beralih ke orang lain. Sejak saya SMP saya sudah punya pemijit andalan saya yaitu mBah Somo. Sosok nenek yang berusia entah 60-an atau berapa saya juga belum pernah nanya (karena menurut saya bertanya masalah umur, agama, dan jodoh itu sangat tabu. Ciey… banyak alasan koe gung :D ) ini dalam hal tenaga untuk memijat bukan suatu keharusan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana alur atau aliran urat atau otot yang harus diperbaiki dalam dunia pijit-memijit.

Urusan keseleo mudah. Urusan otot kaku gampang tapi yang pastinya kalo urusan dompet kosong jangan skali-kali dibawa ke tukang pijet yak.

Namun…kini, setelah dua tahun saya bermukim di Kota Banda Aceh ini saya merasa kesepian. Belaian pijet yang dulu sering saya rasakan seakan hilang tak berbekas. Disaat saya teler, badan meriang tak ada lagi pijatan menohok simpul-simpul otot saya yang sering dinggap tidak lancar dalam dunia perpijetan ini. Yang tersisa tinggal hobi saya kerokan ketika badan meriang.

Terakhir kemarin pas lebaran tahun 2008 itulah saya merasakan pijetan mBah Somo yang melegenda. Semoga nanti lebaran 2009 bisa jumpa lagi dan tentunya dengan sensasi-sensasi yang tidak ada tandingannya.
 

goenkism Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template