04 Agustus 2009

Jalanan Banda Aceh Yang Keren



Pagi tadi (4/8) ketika saya keluar dari rumah menggunakan motor tercinta menuju kantor ngerasa ada yang aneh. Suer aneh beneran, perasaan kok ada yang baru gitu loh dengan jalanan yang saya lewati. Tengok kanan, tengok kiri memperhatikan sepanjang jalan saya baru tersadar. Ooooo… jalanan di Banda Aceh memang ada yang baru.

Apakah itu? Mari kita lanjutkan setelah pesan yang satu ini.

Iklan: “saksikan Pekan Kebudayaan Aceh dari tanggal 2 – 11 Agustus 2009 di Banda Aceh. Jangan lewatin ya! Ajak emak, bapak, om, tante, adek & pacar kamu :)”

Yak mari kita lanjutkan lagi tentang jalanan Banda Aceh yang menurut pandangan mata saya ini baru. Jadi selama saya jalan pagi tadi jalanan aspal yang saya lewati itu ada beberapa ruas yang aspalnya masih bau pabrik. Saya heran saja, jalanan yang masih bagus kok ditumpuk-tumpuk lagi dengan aspal yang baru ya. Mbok iyao disumbangkan di gampong saya yang emang kebetulan belum diaspal hehehe…kasihan ya gampong saya. Tapi gapapa ko yang penting ada jalan dan bias dilewati.

Kembali ke masalah aspal. Saya heran saja ya, kadang pemerintah ini agak lucu. Jalanan yang sudah mulus terus aja diperhalus, khususnya di kota-kota neh. Kenapa ya? Saya jadi heran.

Kembali ke masalah jalan, saya jadi teringat pada suatu kejadian di kabupaten xxx (ini bukan yang saru2 loh tapi biar terlihat lebih santun:p). Waktu itu dari kantor saya melaksanakan kegiatan di daerah yang memang jauh dari ibukota kabupaten xxx tersebut. Pada saat pertama lewat yah sewajarnya jalanan di daerah pinggiran kan. Aspal belum, rata pun tidak. Nah yang sangat mengejutkan beberapa hari sebelum hari H acara yang akan dibuka oleh bupati, jalanan yang tadinya buruk rupa telah disulap menjadi cantik rupa, walaupun nggak pake asapal sih. Jadi dari kisah yang singkat ini saja saya jadi berpikir: “jadi jalan itu diperbaiki kalau mau dilewati para pejabat terkhusus bos besarnya ya!”. Hahaha ini masuk akal banget. Bagaimana tidak, pastinya bupati akan berpikir “wah maju juga neh wilayahku, dipelosok aja jalan sudah halus walaupun belum diaspal”. Kasihan nggak sih pimpinan yang begituan? Menurut saya sih kasihan banget. Lah kok mau-maunya diboongin bawahannya, dengan sulapan-sulapan instan kayak cerita diatas.

Trus kembali ke Banda Aceh, saya berpikir lagi. “Apakah jalanan baru ini ada hubungannya dengan kedatangan presiden mas SBY mbesok tanggal 5 agustus itu ya? Bisa jadi jawabnya bisa jadi salah. Tapi ya sudahlah. Biarkan waktu yang menjawab dan rumput-rumput di jalanan yang mengerti jawabnya.

Satu lagi, saya ada saran biar negeri Indonesia ini maju, ya setidaknya semua jalanan diaspal bagaimana kalo presiden kita mas SBY itu diajak keliling pelosok Indonesia. Pasti deh para pejabat di daerah langsung mengaspal jalanan-jalanan yang tadinya hanya bisa buat lewat antrian kerbau dan bebek.

Nggak loh ini hanya guyonan. Tar dianggap serius….plis deh :D

pesen: photo diatas bukan dari ilustrasi tulisan saya, namun hanya sekedar numpang tenar aja :p

1 komentar:

Elsa on 12 Oktober 2009 16.06 mengatakan...

kelihatannya enak...

 

mari berbuat baik Goenk Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template