31 Desember 2009

Dapet Momongan di Penghujung Tahun

1 komentar

"Selamat ya buk...anaknya cantik dan ganteng loh".
"wah jeng anaknya kembar 3 ya... cantik dan ganteng lo, mirip jeng cantiknya"

Mungkin ucapan ini banyak terdengar di rumah saya dalam 2 hari ini. Tapi jangan harap semua yang mendengar ucapan selamat itu ngerti dan paham.

Mau tau kenapa? Karena yang mendapatkan ucapan selamat ini adalah kucing kesayangan sahabat adek saya si Alip. Ucapan selamat ini pastinya banyak diucapkan tetangga-tetangga kucing yang lain, yang sering maen juga ngegosip di sore hari.

Ngomong-ngomong tentang kucing tadi. Sebenernya tuh...kucing itu bukan milik keluarga saya. Kucing itu datang entah dari mana asalnya juga entah siapa emak bapaknya dulu. Tapi kalo melihat tingkah lakunya itu nggemesin banget dan tentunya paling deket ma adek saya tadi. Gimana nggak deket, tiap hari aja minta jatah makan walopun cuma secuil dua cuil apapun yang bisa dimakan. Terkadang pun saking cintanya adek saya sama kucing itu pernah loh ngasih makan diem-diem, soalnya nggak boleh pegang-pegang kucing liar. Takut dicakar kali yaa

Trus..trus...

Nah bertepatan dengan perayaan taun baru ini. Kucing yang berwarna belang merah kuning hitam ini melahirkan anak secara tidak terduga. Haaahhhhhh tidak terduga???? *kaget mode:ON*

Gimana nggak kaget toh. Saya perhatiin tuh kucing kayaknya nggak hamil & perutnya nggak buncit-buncit kali. Tapi kok bisa melahirkan tiga anak kucing. Lha itu kan hebat banget...

Yang bikin heboh tetangga-tetangga dirumah (ini tentunya juga berujud kucing) kok anaknya ini nggak ada mirip-miripnya sama sekali. "Masak sih jeng, anak-anaknya itu berbulu hitam putih to. padahal kan si jeng kucing bebi itu kan warnanya merah kuning hitam. ato jangan-jangan dia nyulik anak orang kali ya jeng", nah mungkin gosip yang beredar di komplek saya seperti itu kali ya *tentunya dalam bahasa kucing loh :p*

ehm...sekarang kembali ke dunia manusia. Saya sih turut senang menyaksikan kebahagiaan kucing yang 24 jam sehari 7 hari seminggu nongkrongin rumah. dan yang paling membuat hati ini trenyuh ketika tadi pagi, saya mengabadikan moment yang begitu menyentuh, yaitu ketika kucing itu menyusui anak-anaknya. Bagaimana tidak di jaman modern sekarang ini kan banyak ibu-ibu nggak mau ngasih ASI buat anaknya, ini kan kesalahan yang sungguh teramat besar, eee malah diganti susu kaleng. emangnya anak kaleng???

Saya pun salut, walaupun habis melahirkan 3 anak kembarnya, kucing tadi tidak pernah mengeluh ditinggal suaminya entah pergi kemana. Kasihan kan abis lahiran, eee suami malah cabut entah kemana ga kliatan batang ekornya. Nah ini buat para perempuan masa kini, sebelum kawin selidiki mateng-mateng tuh calon suaminya. Jangan asal keren eee abis tuh ditinggal pergi entah kemana. Kasian deh lo..... & saya sebagai ellaki menghimbau buat para lelaki sejawat saya, jangan ditiru deh kelakuan si kucing ini.

Dan sebelum ditutup. Marilah di penghujung tahun 2009 ini kita bersama-sama menghaturkan sujud kepada Gusti Allah - Tuhan sekalian alam, mohon diampun segala dosa baik yang sengaja maupun tidak dalam kehidupan setahun ini. Selanjutnya juga memohon jadikanlah tahun 2010 sebagai tahun kebangkitan, tahun yang lebih bangkit daripada tahun 2009. Mudahkanlah rejeki, jodoh dan apa aja deh di tahun 2010 nanti. Amin......

Buat kucing --> skali lagi selamat atas lairan anaknya yak. Semoga nantinya menjadi kucing yang baik budinya, tidak suka nyolong makanan, berbakti kepada orang tua dan bangsa.


23 Desember 2009

Raja Kok Nggak Konsisten

2 komentar

Pada suatu ketika, disebuah kerajaan yang dihuni berbagai macam binatang sedang sedikit kisruh. Kisruh ini bukan sembarang kisruh, bukan juga karena rakyatnya demo menuntut penurunan menteri kudanil untuk mundur karena bekerja terlalu lambat.

Kekisruhan ini dipicu oleh si anjing yang sukanya selalu mencuri-curi kesempatan untuk mengambil barang-barang milik teman-temannya sendiri.

Si anjing ini memang pandai. Karena memang sekolahnya termasuk lumayan paling tinggi untuk ukuran para rakyat binatang yang ada di kerajaan hutan Mbulgombalgambul. Yang biasa rakyat kerajaan sekolah sampai sma, lah kalo si anjing ini sudah lulus sarjana bahkan dia berusaha untuk mendapatkan beasiswa sekolah pasca sarjana yang memang sedang ditawarkan pemerintah kerajaan.

Cerita kekisruhan di kerajaan Mbulgombalgambul ini sebenarnya sih tidak terlalu heboh. Tapi berhubung si empunya blog ini paling demen sama infotaiment yah kan temen-temen semua bisa memakluminya *wkkkk*

Kisruhnya ini sebenernya ya cuma dibelakang layar saja. Jadi tidak menjadi konsumsi public sampai ke kerajaan tetangga. Yah harap maklum, walopun kerajaan tetangga sudah di era reformasi, tapi kerajaan Mbulgombalgambul ini masih baru pada tahap belajar itupun di era orde baru *mirip ya sama negeri Indonesia*.

Kasusnya sih sebenernya sepele aja kok. Ini masalah yang bermula dari sikap anjing yang emang norak abis deh. Gimana enggak, suatu ketiak disaat kerajaan sedang mengadakan kenduri alias pesta pora menyambut perayaan ulang tahun sang raja. Anjing yang karena kepintarannya dan juga kedekatannya dengan raja mendapat tempat sebagai panglima untuk mengatur segala perlengkapannya.

Acara sih sukses pol…raja merasa senang dengan kinerja rakyat dan aparat kerajaan yang dikomandani oleh anjing. Tapi…..deng..deng…deng…

Tidak begitu dengan rakyat yang telah bekerja mati-matian mensukseskan perhelatan. Dari perbincangan dan gossip yang beredar di kalangan rakyat mensinyalir adanya kejanggalan dalam proses persiapan acara. Bagaimana tidak, anggaran untuk membeli buah-buahan dan juga kacang-kacangan katanya sumber yang tidak mau disebutkan namanya telah dikorupsi oleh si anjing.

Lha dalah…. Nekat bener si anjing ini. Bagaimana tidak nekad, dia yang disuruh oleh raja untuk mengatur segala macam persiapan dan telah diberikan anggaran yang berlimpah kok dengan berani-beraninya diselewengkan. Btw biar lebih hot bagaimana kalo istilah diselewengkan ini diganti dengan istilah diselingkuhi. Hahaha kreatif tenan saya ini *wkkkk memuji diri sendiri :p*
Usaha menyelingkuhi ini sebenarnya tidak akan terkuak, namun apalah daya sepandai tupai melompat pasti akan jatuh juga dan kemaren pun si tupai masuk rumah sakit gara-gara jatuh dari atap pemandian putri kerajaan.

Setelah usut punya usut antara intelijen kancil grup atas biaya sebuah LSM yang bergiat di bidang anti perkorupsian. Akhirnya rakyat kerajaan Mbulgombalgambul mengadukan tingkah si anjing yang emang kelewatan ini ke raja.

Namun apa daya para pendemo yang menghadap raja ini? Mereka harus gigit jari setelah berkali-kali menghadap raja tapi tak ada satu pun solusi yang didapat. Raja pun mungkin sudah tak kuasa lagi untuk memikirkan hal-hal sepele yang sudah menjadi tabiat si anjing yang sudah berkali-kali melakukan hal serupa. Bisa juga karena kedekatan si anjing yang memang pandai merayu siapapun termasuk raja dengan mulut manisnya.

Rakyat yang sudah tak kuasa menahan gejolak emosinyapun juga tidak bisa berbuat apapun. Hanya grundelan-grundelan sinis yang keluar dari mulut ke mulut rakyat melecehkan raja yang tidak konsisten dengan upaya pemberantasan kekejian di kerajaan Mbulgombalgambul.

Pesta pizza yang harusnya terlaksana dengan biaya yang ditilep anjing pupus sudah.

pesan : cerita ini hanya keisengan saya belaka, kalolah ada yang merasa tersinggung atau mirip ya hanya kebutulan belaka yang tidak saya sengaja.

21 Desember 2009

hobihobiku

1 komentar

Kalo saya mengingat-ingat masa lalu saya. Saya jadi teringat dengan hobi-hobi saya yang kadang tak terbayangkan sekarang kalo-kalo semua kegiatan itu saya lakukan dengan penuh senang hati. wuahahaha

Om wiki dalam situsnya menyebutkan apakah itu hobi. nah ini kopi pastenya: Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby"

Kalo ngggak salah inget sih hobi-hobi saya antara lain:

1. Berenang
wkkk
Saya pasti ketawa kalo ingat yang satu ini. Gimana enggak, hobi yang muncul tiba-tiba pas sekolah di SD ini karena ajakan temen-temen saya yang lumayan ngglidik (nakal-nakal lucu). Waktu itu saya masih kelas satu SD, biasa lah selepas TK kami yang sudah akrab nggak mau pisah sekolah begitu lulus TK untuk melanjutkan SD, trus sebagaimana kebiasaan kami yang biasa brangkat sampe pulang rumah nggak pernah dianter ortu, berakibat munculnya benih-benih kengglidikan yang agak radikal. ciahaha biar nampak ekstrim dikit yak :p

Pesen ortu selagi kami berangkat sekolah, "hati-hati ya nak kalo cari jalan yang sepi!". dari pemahaman kami itulah biasanya setelah pulang sekolah kami benar-benar mencari jalan pulang yang teramat sepi sampe kebun orang yang biasanya tak terjamah manusia sampe yang dipager kawat berduri kami terobos. Yang penting kami turuti perintah ortu "cari jalan yang sepi". Wkkkk maksudnya sepi biar ga ketabrak kalee, bukannya sepi tak terjamah orang huahahaha.

Trus,,,lagi-lagi kepolosan kami menelaah nasehat membawa kami ke sebuah tempat yang termat indah. Orang di kampung saya menyebutnya dengan sebutan "nggetjlik" entah maksutnya apa saya juga nggak tahu arti kata itu. Yang saya pahami disitu adalah sebuah bendungan untuk membagi aliran irigasi yang lumayan keren lah :)

Keren bangeet gitu... soalnya air super bening dengan ditambah adanya air terjun yang terjadi karena luapan air sungai yang terbendung.

Disitulah kami temukan surga terindah yang belum sempat kami temukan sebelumnya.

Dengan semangat '87 (karena pas SD tahun 1987-an), kami semua mulai merencanakan untuk mencoba kedasyatan riak-riak arus sungai. Dan sejak itu kebiasaan "renang" selalu menjadi jadwal rutin setiap pulang sekolah. Dengan telanjang bulat kami lonjat dari atas sungai yang lumayan tinggi. Serasa atlit loncat indah kali yah hehehe

Selain di tempat favorit "nggetjlik", kami juga biasa berenang di kolam ikan di seberang bendungan favorit kami. Tapi rahasia ya! Di kolam ikan milik orang itu ada larangan untuk mengganggunya, karena di kolam itulah pembesaran ikan milik kelompok tani dibudidayakan. Namanya juga anak-anak SD larangan apapun tetep aja asyik buat maenan. Akibatnya kaki saya yang cuma dua biji ini terkena pecahan beling di dalam kolam. Sejak itulah saya kapok renang di kolam orang.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, hobi renang bersama temen-temen SD ini masih saja kebawa-bawa, walopun nggak pandei-pandei kali berenang. Cuma yang bedain lokasi renang sudah berganti ke kolam renang yang lumayan oke lah untuk ukuran saat itu. Yaitu di kolam renang "Pak Saipul". Ini bukan kolam renang milik Saipul Jamil, tapi milik Pak Saiful tokoh politik di Jogja yang juga punya hotel.

Cerita tentang kolam renang ini juga membuat saya terpingkal-pingkal dibuatnya. Betapa tidak, gara-gara kolam antara laki dan perempuan dipisah, saya dan juga temen-temen saya yang ngglidik ini rela memanjat-manjat pohon cemara yang ada di ujung kolam untuk ngintip kolam perempuan. huahahaha iseng-iseng berhadiah kali ya pikir saya dulu :p

Ehmm... itulah awal mula hobi renang saya yang mungkin kalo sekarang ini mau dilanjut kayaknya nggak mungkin banget secara di Banda Aceh nggak ada kolam renang. Mau renang di sungai lagi dah nggak banget deh. :)

2. Naek gunung
Kalo yang satu ini hobi yang muncul pada masa remaja saya. Ciey... remaja pakde.....
Betul..betul..betul...Karena nggak ada pilihan ekstra kurikuler yang bikin saya dibilang sangar, maka saya putuskan untuk masuk saja pecinta alam. PEPALA BHIPA namanya.

Pecinta alam ini pada waktu perkenalan di kelas-kelas waktu penataran P4 (dulu masih ada penataran oey... makanya sampe sekarang saya adalah manusia berpancasila hihihi) ada sebuah acara yaitu perkenalan bermacam-macam ekstra kurikuler. Dan yang saya lihat rata-rata biasa aja nggak ada yang menarik. Cuma pas liat anak pepala (ini singkatan dari pelajar pecinta alam) kok rasanya keren banget gitu loh. Gimana enggak pas masuk kelas, kakak kelas saya ini nekat-nekat, bawa tali (yang saya kira waktu itu buat latihan bunuh diri), bawa besi-besi entah berujud apapun (yang menurut dugaan saya, biasa buat tawuran, soalnya menurut gosip yang beredar waktu itu sekitar tahun 1997an SMA 10 tempat saya ini anaknya bandel-bandel suka berkelahi. Gara-gara deket korem+poltabes+pegadean kali ya yang membuat gosip ini semakin santer :p). Pokoke sangar dan gahar lah kalo liat penampilan anak-anak pepala.

Cerita punya cerita, setelah saya bergabung, disitulah saya diajari naek gunung, masuk goa, panjat tebing sampe manjat tembok tetangga. Buat temen-temen SMA saya yang nggak masuk pepala dan baca blog ini saya ucapkan selamat atas penyesalannya nggak gabung. wkkkkk nggak ding becanda bro! ngono wae nesu...

Trus..trus.. ya dah nggak pake trus. Ngalir aja setiap kegiatan pepala ini saya ikuti baik-baik sampe saya tergila-gila sama yang namanya GUNUNG. xixixixi

trus apa lagi ya... tar deh ditambah lagi alias nyusul yang lainnya :p

photo: "ini poto saya pas lagi mandi di kali pesangan kota takengon"

09 Desember 2009

Haji dan Semangat Anti Korupsi

4 komentar

Hari ini tanggal 9 desembar ya?? Tanggal 9 menurut berita-berita yang saya denger di radio dan saya lihat di tevi katanya adalah hari anti korupsi sedunia.

Lah terus apa hubungannya dengan haji apa neh? sebenernya saya itu paling males menghubungkan hal-hal yang tidak berhubungan. Emangnya saya ini makcombalang apa ya. xixixi.

Kalo melihat momennya. kayaknya emang bisa sih judul yang saya bikin ini dihubung-hubungkan. Gimana ndak bisa. Ini kan lagi musimnya para haji di Indonesia pulang kampung setelah beberapa waktu lamanya ngangsu kawruh di arab sana.

Yang utama disini saya ucapken, "selamat kepada para jemaah haji Indonesia yang telah kembali ke kampung halaman, semoga menjadi haji mabrur".

Kemudian kejadian yang kedua ialah bertepatan dengan para haji yang pulang kampung ini, hari ini di seluruh dunia sedang memperingati hari antikorupsi sedunia. Cara orang untuk memperingatinya pun ada-ada yang aneh dan menggelitik. Lihat saja di kompas.com, Topeng monyetpun memeriahkan gelaran hari anti korupsi sedunia. Btw monyet aja ngrayain hari anti korupsi, masak kita enggak sih wkkkk mohon maap bagi yang merasa tersindir. Bukan suatu kesengajaan dari saya tapi kalo emang pas ya anda sedang beruntung deh :p

Lain dari monyet. Peringatan hari anti korupsi pun diikuti pula oleh seribu jin dari Lamongan. Wah-wah kalo yang ini bikin tambah greget deh. Trus mukanya kayak apa ya jin-jin yang demo itu hihi... pizzz mbah :D

Trus-trus...dari kedua hal ini, apa sih sebenernya yang bisa kita petik dan disantap. Dari momen berhaji dan juga peringatan hari anti korupsi sedunia setidaknya kita harus yakin seyakin yakinnya kalo bangsa Indonesia raya ini akan segera bebas dari permasalahan korupsi. Kenapa sya berharap begitu? ya karena saya mikirnya Indonesia kan tiap tahun semakin banyak warganya yang naek haji tuh, trus harus banyak orang baik dan alim-alim juga dong. Sehingga jika kita memakai logika, tentunya orang jahat semakin menipis. hihihi

Dus, pada akhirnya para koruptor juga akan semakin habis.

Tapi...
loh..loh... ini yang bikin agak mules. Masih ada kata tapinya ini! dari status fesbuk saya pagi hari yang saya isi dengan tema "haji+hari anti korupsi" temen-temen saya kok pada berkomentar sinis ya.

Kita tengok yuk...

Ya sudahlah.... kalo masih ada yang mau korupsi ya silahken. Tapi ingat Gusti Allah Maha kewren, akan ada balasan setimpal buat para koruptor. Kalo boleh ngasih usul sih, para koruptor ini dihukum dengan dimasukkan neraka paling dasar yang super hot & tubuhnya diiris tipis-tipis buat makan ikan lele. Soalnya pecel lele di Simpang Surabaya ini semakin hari lelenya semakin kurus aja. Nggak asik buat dimakan je..... tulang semua nggak ada dagingnya wkkkk.

pisss ah... salam

oiya ilustrasi paling atas sana saya culik lagi dari http://www.harianjogja.com & yang satatus fesbuk itu punya saya seorang :p

07 Desember 2009

Pelajaran Buruk di Pagi Hari

13 komentar

Tadi pagi jam tujuh kurang sedikit saya sudah berangkat dengan "kereta motor" saya menuju ke arah kota. Saya bilang kereta motor biar kawan-kawan di jogja saya nggak bingung dikiranya kereta api nanti, padahal kalo di banda aceh motor roda dua yang bermerek honda, yamaha, susuki dan lain sebaginya itu biasa disebut "kereta" atao kalo nggak cukup disebut dengan "honda" apapun mereknya.

Jam 7 pagi ini kalo di banda aceh ya setara jam 6 pagi lah suasananya kalo di jogja. Jadi dapat disimpulkan saya rajin to??wkkkk

Tapi saya ndak mau memperpanjang cerita tentang kerajinan saya berpanjang-panjang. Yang mau saya ceritakan adalah pandangan saya yang dari keluar komplek rumah di daerah Ulekareng, tertuju pada sebuah "kereta" yang dikendarai oleh dua makhluk Tuhan, yang saya tangkap adalah sepasang anak dengan bapaknya.

Yang bikin aneh bin ajaib itu posisi duduknya gitu loh. Emang posisinya gimana goenk???kok aneh. apa posisinya pada menghadap belakang semua??

Bukan..bukan.. yang bikin aneh adalah anak yang masih SMP itu memboncengkan bapaknya. Mungkin bapak ini sedang mengajari anaknya buat naek "kereta" kali ya, sampai-sampai si bapak ini duduk di belakang.

Yang bikin miris hati ini. ciey...sok perasa hari ini saya ya? :p
adalah si anak tidak memakai helm layaknya ajakan aturan berlalulintas yang benar. Bapak ini benar-benar nekad.

Saya melihat sosok bapak yang mengajari anaknya berkendaraan di jalan umum tanpa memakai helm yang baik dan benar adalah sosok bapak yang kejam. Dia membiarkan anaknya untuk celaka. huuuuuh... andai bapak itu mungkin temen atau sodara dekat saya. ooo sudah saya umpat-umpat tu.

Gimana tidak. Anak-anak yang belum tahu apa-apa layaknya kertas putih yang masih kosong, malah dicoret bapaknya sendiri dengan hal-hal yang tidak benar. Mungkin cuma sepele tapi akibat yang ditimbulkan adalah bentuk-bentuk pelanggaran yang akan dilakukan si anak nanti setelah dewasa bahkan bisa jadi kalo si anak ini menjadi polisi, bisa-bisa akan menjadi seorang oknum polisi yang selalu melanggar aturan berlalulintas.

Oalah... inilah sebagian contoh pendidikan "salah" yang diajarkan oleh orang tua kepada anaknya. Mungkin orang tua menganggap hal itu adalah sepele. Nah, kalo semua dianggap sepele gimana bangsa ini bisa maju. wkkkkk

Nasib..nasib... belum beruntung sekali nak pelajaran yang kamu dapatkan pagi hari tadi. semoga bapakmu segera insaf dan mau sedikit peduli kepadamu ya nak!

Loh..loh kok saya malah yang jadi nasehatin toh?? nggak apa-apa lah anggap saja ngamal wkkkk

gambar saya culik dari http://www.indonesiaindonesia.com/

30 November 2009

Hikayat Si Unyil

5 komentar
































Hari ini sengaja memposting salah satu sahabat saya tercinta dengan kisahnya ketika saya ajak jalan-jalan ke Takengon Aceh Tengah. Cerita ini berkisah tentang perjuangan si Unyil mengantarkan saya keliling kota Takengon hingga menemani kesendirian saya ketika berada di seputaran Danau Laut Tawar, sebuah danau yang berada di dataran tinggi Gayo

Ceritanya begini neh. Suatu hari di tengah turunnya gerimis yang menambah dingin Kota Takengon saya menuju sebuah kampung di pinggir Danau laut Tawar untuk bertemu seorang tokoh masyarakat yang sebelumnya memang sudah saya telepon untuk bertemu. Namun pada suatu saat, entah kelelahan mungkin ya. Ban belakang si Unyil meledak di tengah jalan ketika perjalanan baru saja sampai di kampung Kebayakan. Menjadi cerita yang tragis ketika harus menghadapi kejadian yang begitu menyedihkan.

Saya begitu terkejut mendengar suara ledakan ban si unyil. oooh no.... pasti sakitnya luar biasa pikir saya dalam hati sambil melihat kondisi ban belakang yang koyak. Ternyata ban mungil si unyil tidak mampu menghadapi jalanan yang waktu itu memang berlubang-lubang. Jalan yang harusnya mulus itu terkoyak berlobang oleh roda-roda truk super gede yang sedang mengangkut material timbunan sebuah proyek.

Setelah selesei menuntaskan diskusi dengan seorang bapak yang saya temui tadi, saya segera menuntun si unyil mencari "rumah sakit" terdekat untuk mengobati luka si unyil yang begitu parah. Lama tak ketemu juga akhirnya saya putuskan untuk membawa si unyil dengan becak motor ke tengah kota yang lengkap fasilatasnya. huh... Akhirnya perjalanan selama 10 menit terlewati dan sampai juga di "rumah sakit sepeda".

Segera setelah mendapat persetujuan saya, sang perawat mulai mngobati luka si unyil dengan penuh kasih sayang hingga sembuh seperti sedia kala.



26 November 2009

Lagi-lagi Ulang Tahun

5 komentar
Hari ini (26/11), seperti biasa mirip kayak tahun-tahun yang lalu, lagi-lagi saya merasa sedikit tua. Kenapa bisa begitu?? Ya karena umur saya nambah 1 lg pas hari ini hehehe

Kalo om wiki bilang sih Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim.

Ngomong-ngomong soal ultah alias ulang tahun, sebenernya apa sih yang bisa dipetik dari peringatan ini *ciey sok2 moderator seminar neh*

Ya kalo saya pribadi sih sbenernya seneng iya sedih juga iya. Begini neh critanya. Senengnya ya, satu, pas hari ultah neh akan banyak yang memberikan ucpan plus doa. Nah biasanya ne doanya baik-baik, jadi kita harus bersyukur. Misalnya saja, “met ultah ya gung…jgn lupa cepet2 kawin!” wkkk walaupun nadanya agak ngejek neh, tapi kita harus tetep bersyukur, temen ini masih baik mendoakan yang kayak begituan. Coba kalo doanya begini neh, “met ultah ya, yang penting makan2, kawinnya juga besok2 aja gpp deh tar traktiran berkurang lagi kalau kamu cepet2 kawin”. Nah yang kayak ginian neh doa yang agak kurang ajar wkkkk.

Kedua dengan ulang tahun kita jadi bisa “berkaca”. Bahasa gaul neh, mangsutnya begini, ketika kita merayakan ulang tahun kita akan teringat dengan kejadian-kejadian yang lalu-lalu. Nah ketika kita mengingat yang lalu, ini adalah sebuh moment yang sangat dan paling tepat untuk mengoreksi diri. Apa kelemahan, kekurangan kita di tahun-tahun sebelumnya. Kemudian kita nilai juga apa kelebihan-kelebihan kita. Jadi dengan melihat nilai positif dan negative yang ada pada diri kita, tentunya kedepan kita tak mau kan kalo nyemplung di lobang yang sama. Nah dengan “berkaca” inilah kita bisa memetakan potensi diri dan mulai mengatur strategi yang tepat bagaimana. Wehehehe mantep kan…contoh kasus begini, setahun lalu saya berencana untuk kawin (wuhuhu dr tadi kok kawin aja sih gung :p), nah dari analisis dampak lingkungan yang kita lakukan, kenapa ya kok mundur-mundur sampe skarang belom-belom juga. Nah yang seperti ini neh kayaknya tahun depan harus diganti dengan strategi yang lebih jitu.

Yang ketiga… apa lagi yo???bingung aku mbacote wkkk
Nah ketemu! Ketiga dengan ulang tahun silaturahmi akan tetap terjaga. Kalo nggak ada ulang tahun mana ada FB saya penuh dengan ucapan temen-temen yang paling males kasih komen hahaha. Nah yang dari semula males berkunjung (ya setidaknya kujungan ke FB temen) apa lagi menyapa, dengan adanya ulangtahun ini kita serasa berkumpul, berbagi doa dan yang pastinya silaturahmi nyambung lagi. Dan selanjutnya dengan ulang tahun ini, perubahan adalah yang utama (ciey…sok serius, koyo kampanye wae gung). Nah yang ini terserah teman-teman mengartikannya.

Nah sekarang sedihnya gung. Kalo cerita-cerita sedih di hari ulang tahun kayak apa ya?saya sendiri juga bingung untuk mengungkapkan kesedihan di hari ultah. Lah isine seneng-seneng thok.

Kalo masalah umur berkurang (katanya nambah umur, piye to) ya itu tidak usah terlalu disedih gulanakan (maksa ne… kalo gundah pasangannya gulana, kalo sedih pasangannya apa ya???)

Umur itu sudah ada yang atur kok. Pasti setuju semua temen-temen saya yang baik2 ini kan??? Yak betul, hanya Guti Allah yang tau jatah kita itu berapa lama untuk mencicipi nikmatnya dunia. Saya pake istilah mencicipi ini ibarat kalo orang mencicipi kan Cuma sak ndulit alias seujung sendok aja toh. Nah dikarenakan nikmat dunia itu begitu buesar, jadi yang kita Cuma bisa mencicipi yang sedikit ini toh.

Yang laen apa lagi ya…wis lah cukup sekian dulu mau ngelanjutin menulis mimpi-mimpi saya dulu neh.

Selamat ulang tahun ya gung…semoga makin bermakna:)

pesan: sengaja saya pasang fotonya kue tart pake lilin, ini sebagai solidaritas kita terhadap pln yang sering mati-mati lampu dan diharapkan dengan adanya tart berlilin ini kalo terjadi pemadaman listrik tetap selalu terang :p

12 November 2009

Berita Duka

6 komentar
Innalillahi wa inalillahi rojiun…

Telah meninggal dengan tenang “mouse” kesayangan saya yang berwarna merah merona pada hari rabu 11 nopember 2009 jam 19.30 wib.
Semoga segala kebaikan selama ini mendapat balasan dari Tuhan yang maha kuasa.

Hari ini pun saya masih merasa sedih tak terkira, ketika mouse kesayangan saya meninggalkan saya dengan begitu cepatnya. Bagaimana tidak proses kematiaannya berada di depan mata saya gitu loh.

Cerita punya cerita begini neh. Abis magrib plus makan malam, saya berniat untuk mengirimkan imel pesanan temen saya. Imel ini berisikan schedule rencana perjalanan wisata ke Jogja yang akan diikuti temen-temen saya di Jakarta.

Tanpa komando aba-aba, segeralah saya keluarkan perangkat tempur. Saya keluarkan satu persatu dari dalam tas, mulai dari mouse, kemudian bag cover, trus kantong pensil imut, trus kantong kabel laptop dan terakhir laptop terseksi di dunia. Abis tuh, saya pun langsung nyalain lapton + pasang mouse cantik jelita. Begitu nyala, gerakan-gerakan mouse masih normal, hore pikir saya. Dan seperti biasa cetak-cetuk bunyi tuts keyboard merdu menghias riuhnya malam ditambahkan goyangan kursor yang seirama dengan goyangan mouse tercinta.

Belum berapa lama laptop bekerja, tiba-tiba nyala mouse yang berwarna-warni mulai padam. Lho…lho… kenapa ini pikir saya. Saya goncangkan lagi mouse tercinta, kok nggak mau gerak-gerak neh kursornya.

Duh jangan..jangan.., saya mulai bernegatif thinking.

Tidak…tidak… saya berteriak sekencang-kencangnya. Mouse kesayangan saya ternyata sudah mati. Hiks..hiks…

Ya sudah lah… mungkin tidak boleh disesali kematian mouse saya tercinta ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri kepada Tuhan yang maha esa.

Buat mouse-ku tercinta semoga engkau mendapat tempat yang nyaman disisiNya. Amin…

19 Oktober 2009

Ranup Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh*

3 komentar
Oleh: Agung Suryo

Daun sirih di Aceh dinamakan Ranup. Ranup memainkan peranan penting dalam kehidupan orang Aceh. Ranup yang telah dibubuhi kapur, irisan pinang, dan gambir kemudian dikunyah sebagai makanan pelengkap.

Prosesi penyiapannya dari memetik daun sampai dengan menyajikannya divisualisasikan menjadi sebuah gerakan tari yang sangat dinamis dan artistik. Gerakan inilah yang akhirnya menjadi tarian tradisional asal Aceh yang dinamakan Tari Ranup Lampuan. Menyajikan ranup kepada tamu dalam tradisi Aceh adalah sebuah ungkapan rasa hormat.

Namun kita tidak pernah memperhatikan dengan seksama apa yang ada di balik semua aktifitas yang berkaitan dengan ranup. Ranup bagi masyarakat Aceh tidak hanya sekedar tumbuhan yang memiliki manfaat secara fisik semata. Namun di balik itu ada berbagai penafsiran poli-interpretasi, karena di dalam memahaminya ranup menjadi simbol yang multi rupa.

Pemaknaannya secara social dan cultural digunakan dalam banyak cara dan berbagai aktivitas. Ranup dengan segala perlengkapannya memainkan peranan penting pada masa kesultanan Aceh, dalam upacara-upacara kebesaran sultan.

Selain itu dalam perkembangannya, ranup juga menempati peranan yang cukup penting dalam sistem daur hidup (life cycle) masyarakat Aceh. Jika ada acara-acara resmi, seperti pernikahan, hajatan sunat, bahkan di acara penguburan mayat sekalipun, ranup seolah menjadi makanan wajib. Sehingga ada anggapan, adat dan ranup menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan di Aceh.

Dari masa sebelum melahirkan yakni ketika usia kehamilan mencapai tujuh atau delapan bulan, mertua sudah mengusahakan seorang bidan untuk menyambut kelahiran bayi. Pihak mertua dan ibunya sendiri biasanya mempersiapkan juga hadiah yang akan diberikan kepada bidan pada saat mengantar nasi sebagai tanda persetujuan.

Tanda ini disebut dengan peunulang, artinya hidup atau mati orang ini diserahkan kepada bidan. Setelah menerima peunulang, ada kewajiban bagi bidan untuk menjenguk setiap saat. Bahkan kadang-kadang ada yang menetap sampai sang bayi lahir. Biasanya hadiah yang diberikan kepada bidan antara lain seperti, ranup setepak (bahan-bahan ranup), pakaian sesalin (biasanya satu stel), dan uang ala kadarnya.

Pada saat bayi lahir, diadakan pemotongan tali pusar dengan sebilah sembilu, kemudian diobati dengan obat tradisional seperti dengan arang, kunyit, dan air ludah ranup. Upacara yang berkaitan dengan daur hidup lainnya yang didalamnya menggunakan ranup sebagai salah satu medianya adalah upacara antar mengaji.

Upacara perkawinan dalam masyarakat Aceh juga mempergunakan ranup dalam rangkaian upacaranya. Setelah seulangke mendapat kabar dari ayah si gadis, lalu menyampaikan kabar suka cita kepada keluarga pemuda, ditentukan waktu atau hari apa mengantar ranup kong haba, artinya ranup penguat kata atau perjanjian kawin (bertunangan).

Kemudian keluarga si pemuda mengumpulkan orang-orang patut dalam kampung kemudian memberi tahu maksud bahwa dimintakan kepada orang-orang yang patut tersebut untuk pergi ke rumah ayah si gadis untuk meminang si gadis dan bila dikabulkan terus diserahkan ranup kong haba atau tanda pertunangan dengan menentukan sekaligus berapa mas kawinnya (jiname).

Dalam hubungan sosial masyarakat Aceh, ranup juga memiliki fungsi dan peranan penting antara lain untuk penghormatan kepada tamu. Sekaligus untuk menjalin keakraban dan perasaan solidaritas kelompok, maupun sebagai media untuk meredam/menyelesaikan konflik serta menjaga harmoni sosial.

Simbol

Berkaitan dengan adat menyuguhkan ranup tersebut, ranup dapat diartikan sebagai simbol kerendahan hati dan sengaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah.

Sebentuk daun sirih (sebagai aspek ikonik) dalam kaitan ini dapat dirujuk pada aspek indeksikalnya adalah sifat rasa yang pedar dan pedas. Simbolik yang terkandung di dalamnya adalah sifat rendah hati dan pemberani.

Ranup juga dianggap memiliki makna sebagai sumber perdamaian dan kehangatan sosial. Hal ini tergambar ketika berlangsung musyawarah untuk menyelesaikan persengketaan, upacara perdamaian, upacara peusijuek, meu-uroh, dan upacara lainnya ranup hadir ditengah-tengahnya.

Semua bentuk upacara itu selalu diawali dengan menyuguhkan ranup sebelum upacara tersebut dimulai. Dalam etika sosial masyarakat Aceh, tamu (jamee) harus selalu dilayani dan dihormati secara istimewa.

Hal ini terjadi karena seluruh segi kehidupan masyarakat Aceh telah dipengaruhi oleh ajaran Islam yang dibakukan dalam adat dan istiadat.

*pernah dimuat pada Harian Media Indonesia, Sabtu, 1 Agustus 2009.

11 Oktober 2009

MIYABI = Haram

8 komentar
Belakangan ini saya merasa kuatir, gundah gulana. waduh...waduh... kenapa ne ya kok tiba-tiba saya jadi orang yang terkuatir sedunia?

Ceritanya begini bapak-bapak, mamak-mamak tercinta. Sudah beberapa hari terakhir ini kok rasa-rasanya ada yang janggal dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anak kecil (abk=anak baru kecil) di sekeliling saya. Loh kenapa kuatirnya? yang bikin kuatir bin deg-deg sir itu karena pertanyaan abk-abk ini sungguh diluar dugaan indera ke tujuh saya.

Pertanyaannya begini neh, "mas...miyabi itu siapa sih?artis ya? wah pasti cantik dong kalo perempuan?pasti hebat dong & gagah seperti supermen kalo laki-laki?".

Nah loooo gimana saudara-saudara sekalian kalou anak anda bertanya-tanya tentang miyabi binti xxx (miyabi anaknya siapa sih? wkwkwkw).

Pasti kalo anda-anda semua itu bapak-bapak dan juga mamak-mamak berhati luhur pastinya langsung shock atau bisa juga semaput alias pingsan mendengar pertanyaan seperti itu. Berhubung saya belum punya anak jadi saya tidak pingsan wuehehehe :D

Kembali ke persoalan miyabi. Hakikatnya miyabi ini siapa sih? miyabi ini ketika saca cari-cari di mesin pencarinya om google ternyata adalah...... bintang porno bapak-bapak mamak-mamak.

huhuy.....bagi para penggemar pasti dah pada tau dong hehehe. Kebetulan neh ya gosip yang beredar, mbak miyabi neh mau maen filem di Indonesia tercinta kita. Hayo bagi para penggemarnya bisa langsung ke Jakarta minta tanda tangan. hayo...hayo siapa cepat dia dapat wkwkwkw.

Heboh miyabi ini bermula dari rencana sebuah rumah produksi untuk mendatangkan artis "sepep" (sepep= xxxxx) ini ke Indonesia untuk maen sebuah film bergenre humor. Namun ya gara-gara sudah tersetempel oleh cap porno, ya sudah mau ga mau, skali porno tetap porno.

dan yang terjadi adalah: pro kontra kedatangannya. Huuh basi. Ada yang asik-asik dikit aja dah pada protes, yang mendukung pun ta mau kalah belain. Wah jan...... ( ini adalah bentuk ekspresi kekesalan, bukan sebuah produk untuk masak-memasak. kalo yang buat masak itu wajan).

Ekses yang muncul di masyarakat awam pun juga aneh-aneh. Misalnya saja saya yang belum tau apa -apa ini jadi penasaran juga, buka google lalu klik dan oh yes..oh no... (jadi tau kan saya sekarang wkwkwkw). Dan yang terheboh ya seperti diatas saya sebutken tadi. Anak-anak kecil yang liat tivi trus pas liat demo menolak + mendukung miyabi jadi tanya-tanya ke orang yang lebih tua seperti saya ini. "Miyabi itu siapa sih mas?"

Dan barusan saya juga ceting dan berdiskusi dengan salah satu jurnalis handal ibukota. Saya diskusikan masalah miyabi ini berhubungan dengan kondisi masyarakat. ciey sok-sok pengamat sosial neh. Gimana sih kondisi masyarakat menanggapi miyabi dan lain-lain, bla..bla..bla...

Dan kesimpulannya kalo ada anak nanya, "siapa sih miayabi?", "apa sih miyabi?". Saya disuruh bilang ke anak-anak kalo miyabi itu makanan haram. Loh kok?

Ya karena Miyabi adalah : Mie Ayam Babi.

betul..betul..betul... (ipin mode:ON)

catatan: foto diatas saya unduh dari republika.co.id & saya juga ga tau itu foto miyabi yang sesungguhnya atau bukan.

15 September 2009

em-udik #1

1 komentar

Wah...wah...ternyata saya sudah lama tidak menyambangi blog kesayangan saya ini to.... weleh..weleh.. ko ya baru nyadar gitu loh.

Loh..loh...lha kok ini malah saya sudah sampe di Semarang to? hehehe... Malah tambah bingung to...

Ceritanya begini neh. Pagi hari tadi (15/9) merupakan pagi pertama saya di kota tercinta saya di Jogja. Kebetulan kemaren malam itu (14/9) saya baru saja nyampe Jogja setelah perjalanan panjang saya dari kota yang tak kalah tercintanya Banda Aceh.

Cerita punya cerita selepas bangun pagi, yang kebetulan saya nglilir (=mendadak bangun) jam 2 pagi, saya sempet bingung juga soalnya belum ada orang yang bangun. Akhirnya saya gedor-gedor kamar-kamar dirumah saya buat bangunin tidur, hari ini kan masih puasa to?

Selepas bangun saya pun pergi ke rumah nenek saya yang nggak jauh dari rumah. Hari ini saya sahur dengan nasi ayam suwir + sambel tahu krecek. Nah yang orang Jogja pasti dah kenal ne makanan. Kalau belum datang aja ke setiap warung Gudeg di Jogja. Dijamin pasti nemu neh menu. Kalo nggak nemu, boleh deh tebas leher ayam tetangga saya (kalo tebas leher saya, ya jangan...bisa KO saya :p).

Lanjut ke cerita punya cerita yang laen... tanpa ada rencana di atas tempat tidur saya berpikir. kemanakah hari ini? kemudian tanpa pertimbangan yang mendalam (sumur kali ya :p) saya putuskan jalan-jalan ke semarang aja. Setelah mantep, ya sudah saya langsung ambil langkah seribu menuju kamar mandi. Tapi bukan untuk mandi, melainkan untuk melakukan kewajiban di pagi hari saya yaitu xxxx (nggak saru to?). Dan pastinya langsung dilanjut mandi dong :)

Setelah badan terasa lebih segar & wangi, tentu saja lebih wangi karena sorenya saya memang tidak mandi hehehe (yang ini bukan karena disengaja loh pren) saya ambil sky wafe adek saya buat memuaskan nafsu jalan-jalan saya. Lumayan, pikir saya, pagi-pagi dah kelayapan, padahal kalo di banda jam 7 pagi tuh temen-temen saya masih asik bergulat di tempat tidur masing-masing.

Wah seger banget neh Jogja di pagi hari. Ngebut pun masih oke banget di jalanan yang biasa macet pada siang hari. Ciiiiiiit......tiba-tiba saya mengerem laju motor saya. Saya putar pikiran, yang tadinya berencana ke Semarang dengan sepeda motor akhirnya saya putuskan untuk nyimpen motor di parkiran umum Terminal Jombor. Kasihan motornya capek nanti kalo jalan jauh-jauh (weeks....alasanmu itu lho Gunk! nggak lucu banget hahaha).

Melihat bis Ramayana ngetem membuat napsu saya menaiki motor menurun drastis. Saya juga berpikir, jangan-jangan nanti bisa dapet rejeki nomplok di dalam bis (kalo yang ini bukan berencana untuk nyopet loh), maksud saya siapa tahu saya bisa mendengarkan alunan keroncong "Semarang Kaline Banjir" di dalam bis jurusan Jogja-Semarang yang saya tumpangi tersebut.

Cukup menyenangkan juga ya naek bis. Bis segede gajah yang saya tumpangi itu cuma muat 7 orang penumpang. Uasik tenan.... Serasa bis pribadi pren! Setiap orang boleh duduk dengan 3 kursi hahaha. Pokoke serasa bis super VIP deh. Tapi....lagi-lagi tapi... perut saya ini ko rasanya diremas-remas ya. Usut punya usut kayaknya saya terkena gejala-gejala mabok darat neh huhuhu maklum bis-nya ajrut-ajrutan :(

3 jam akhirnya sampe juga di Semarang. Perjalanan terakhir saya berakhir di rumah mas saya hehehe.

Dan sekarang waktunya kota-kota.... wisata kuliner siang hari di bulan puasa kayaknya kurang tepat deh. Wah-wah....akhirnya saya berkeras untuk tetap menunggu sore hari untuk berwisata kuliner. nyam..nyam..nyam..

Buat temen-temen saya yang mudik, selamat bermudik ria. Buat temen-temen saya yang mau berlebaran, saya ucapakan selamat menyambut lebaran.

semoga menjadi mudik yang sukses :)


04 Agustus 2009

Jalanan Banda Aceh Yang Keren

1 komentar

Pagi tadi (4/8) ketika saya keluar dari rumah menggunakan motor tercinta menuju kantor ngerasa ada yang aneh. Suer aneh beneran, perasaan kok ada yang baru gitu loh dengan jalanan yang saya lewati. Tengok kanan, tengok kiri memperhatikan sepanjang jalan saya baru tersadar. Ooooo… jalanan di Banda Aceh memang ada yang baru.

Apakah itu? Mari kita lanjutkan setelah pesan yang satu ini.

Iklan: “saksikan Pekan Kebudayaan Aceh dari tanggal 2 – 11 Agustus 2009 di Banda Aceh. Jangan lewatin ya! Ajak emak, bapak, om, tante, adek & pacar kamu :)”

Yak mari kita lanjutkan lagi tentang jalanan Banda Aceh yang menurut pandangan mata saya ini baru. Jadi selama saya jalan pagi tadi jalanan aspal yang saya lewati itu ada beberapa ruas yang aspalnya masih bau pabrik. Saya heran saja, jalanan yang masih bagus kok ditumpuk-tumpuk lagi dengan aspal yang baru ya. Mbok iyao disumbangkan di gampong saya yang emang kebetulan belum diaspal hehehe…kasihan ya gampong saya. Tapi gapapa ko yang penting ada jalan dan bias dilewati.

Kembali ke masalah aspal. Saya heran saja ya, kadang pemerintah ini agak lucu. Jalanan yang sudah mulus terus aja diperhalus, khususnya di kota-kota neh. Kenapa ya? Saya jadi heran.

Kembali ke masalah jalan, saya jadi teringat pada suatu kejadian di kabupaten xxx (ini bukan yang saru2 loh tapi biar terlihat lebih santun:p). Waktu itu dari kantor saya melaksanakan kegiatan di daerah yang memang jauh dari ibukota kabupaten xxx tersebut. Pada saat pertama lewat yah sewajarnya jalanan di daerah pinggiran kan. Aspal belum, rata pun tidak. Nah yang sangat mengejutkan beberapa hari sebelum hari H acara yang akan dibuka oleh bupati, jalanan yang tadinya buruk rupa telah disulap menjadi cantik rupa, walaupun nggak pake asapal sih. Jadi dari kisah yang singkat ini saja saya jadi berpikir: “jadi jalan itu diperbaiki kalau mau dilewati para pejabat terkhusus bos besarnya ya!”. Hahaha ini masuk akal banget. Bagaimana tidak, pastinya bupati akan berpikir “wah maju juga neh wilayahku, dipelosok aja jalan sudah halus walaupun belum diaspal”. Kasihan nggak sih pimpinan yang begituan? Menurut saya sih kasihan banget. Lah kok mau-maunya diboongin bawahannya, dengan sulapan-sulapan instan kayak cerita diatas.

Trus kembali ke Banda Aceh, saya berpikir lagi. “Apakah jalanan baru ini ada hubungannya dengan kedatangan presiden mas SBY mbesok tanggal 5 agustus itu ya? Bisa jadi jawabnya bisa jadi salah. Tapi ya sudahlah. Biarkan waktu yang menjawab dan rumput-rumput di jalanan yang mengerti jawabnya.

Satu lagi, saya ada saran biar negeri Indonesia ini maju, ya setidaknya semua jalanan diaspal bagaimana kalo presiden kita mas SBY itu diajak keliling pelosok Indonesia. Pasti deh para pejabat di daerah langsung mengaspal jalanan-jalanan yang tadinya hanya bisa buat lewat antrian kerbau dan bebek.

Nggak loh ini hanya guyonan. Tar dianggap serius….plis deh :D

pesen: photo diatas bukan dari ilustrasi tulisan saya, namun hanya sekedar numpang tenar aja :p

28 Juli 2009

Tips Mengasuh Anak yang Goenk Bgt

3 komentar
Tumben-tumbenan kali ini saya membuat tulisan yang agak aneh. Mengasuh anak gitu loh. Sedangkan anak saja saya belum pernah bikin apalagi punya. Hihi

Buat bapak-bapak, ibu-ibu, yang kebetulan lagi punya anak, sebenernya saya agak kurang sreg aja ya mosok orang belum punya anak kok brani-braninya ngajarin orang-orang yang sudah mahir memelihara anak. Sejujurnya ini adalah pengalaman saya ketika berhubungan dengan keponakan-keponakan saya dan juga sepupu-sepupu saya yang masih bayi dan juga beranjak abg.

Yang pertama diperhatikan ketika mengasuh anak yaitu bagimana kita mampu membuat si anak itu nyaman bersama kita. Buatlah dialog yang nyambung dan sesuai dengan konsumsi anak-anak, jangan sekali-kali ya ketika mengasuh anak, yang diobrolin malah tentang pemilu dan kekisruhannya. Hal ini sebenernya bagus, akan membuat si anak kritis dengan gejala-gejala alam. Hueh apa lagi neh :p

Pokoke kalo ngajak ngobrol disesuaikan dengan tingkat usia si anak, kalau nggak mau si anak akan dewasa sebelum waktunya. Hayo serem kan?

Yang kedua, setelah ngobrol nyambung, selanjutnya bagimana kita menciptakan mood yang nyaman bagi si anak. Jangan sekali-kali memperburuk suasana hati si anak dengan berbagai perlakuan yang kurang menyenangkan. Mensana in corpora sano. Tambah ga nyambung lagi deh ini kayaknya. Efek jangka panjang daripada suasana hati yang selalu senang menurut penelitian akan mampu menciptakan generasi yang matang dengan tingkat kecerdasan emosional diatas rata-rata. (suer kalo yang ini asli ngarang hahaha:D)

Ketiga, kita tahu anak-anak selalu mempunyai keinginan yang bermacam-macam. Nah pada saat seperti ini kadang larangan-larangan akan membuat si anak berkecil hati dan bisa-bisa menciptakan generasi –genarasi minder. Yang utama ciptakan larangan yang positif, hindari kalimat jangan..jangan..jangan… tapi ubah kata jangan menjadi boleh atau iya, dengan pokok isi tetap larangan tapi lebih berkesan halus.

Keempat, ajak si anak untuk bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Missal saja, setelah si anak bermain-main dengan mainannya, ajak bersama untuk membersihkannya. Jangan menyuruh si anak untukmembersihkan sendiri mainannya. Contoh yang baik adalah meniru. Ketika kita membersihkan, si anak akan turut dengan senang acara bersih-bersih tanpa harus disuruh dengan paksaan. Hal ini juga dapat menciptakan kesadaran untuk bertanggung jawab kelak setelah si anak tumbuh dewasa. Ajari anak lewat tindakan-tindakan yang kita lakukan. Jangan pernah berharap anak mau membaca seandainya kita sebagai pengasuh tidak membaca. Jangan pernah berharap anak mau menulis seandainya kita sendiri malas untuk menulis.

Jadi intinya? Simpulin sendiri aja ya!hahaha tar tambah salah kan banyak dosa saya.

06 Juli 2009

Dicari Pemijet Sehandal Bu Somo

2 komentar
Wuah hari ini (6/7) badan saya kok belum sueger buger ya. Melihat kebelakang, kayaknya sih dihari-hari kemaren tidak sesibuk dan sepadet apalagi secapek pas minggu sebelumnya yang emang saya dihajar dengan kegiatan yang super melelahkan.

Kemudian puncak dari kecapekan badan saya ini pas hari sabtu (4/7) sore badan bener-bener teller, kepala pening dan hidung juga meler semeler-melernya. Dilanjut juga pada pagi hari di hari minggu (5/7) keteleran saya semakin menjadi saja. Jadwal yang telah saya susun bahwasannya pada setiap minggu pagi harus senam jantung sehat di Lapangan Blang Padang tergagalkan untuk waktu itu.

Sesuai dengan judul pekabaran saya diatas, pada saat terkapar sakit, badan pegel-pegel, saya jadi teringat dengan kehebatan mBah Somo tetangga saya yang jago banget dalam hal pijat memijat.

Trus apa hubungannya sakit saya dengan mBah Somo ini?

Hubungannya begini bapak-bapak ibu-ibu… dahulu kala ciey…sejak saya masih kecil tuh suka banget dengan apa yang dinamakan “pijit” atau yang enak dilidah disebut dengan “pijet”. Hal ini juga berkaitan dengan budaya masyarakat disekitar saya (sengaja tidak saya sebutkan dengan gambling budaya mana itu…karena saya lagi nggak semangat dikira terlalu sara ataupun rasis :p ). Di lingkungan saya ini kebiasaan pijet itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari mulai beberapa hari setelah dilahirkan sampai simbah-simbah yang sudah uzur pun.

Cerita pijet memijet ini buat saya sangat begitu membekas di lubuk hati yang terdalam. Hobi saya dipijet ini tumbuh dari pengalaman kecil saya. Terkadang kalaupun saya maen ke rumah nenek saya yang hanya berjarak beberapa kaki dari rumah saya, rayuan gombal saya kepada nenek saya lancarkan dan berhasil….:) saya pun yang paling sering dapat jatah dipijet hehehe. Dus buat cucu-cucu nenek saya yang lain jangan pada ngiri ya :p

Lama berlalu dan sampai gede pun kebiasaan pijet saya ini masih berlanjut. Namun tidak seperti waktu kecil saya dulu. Kebiasaan yang baru dalam urusan memijit saya ini telah beralih ke orang lain. Sejak saya SMP saya sudah punya pemijit andalan saya yaitu mBah Somo. Sosok nenek yang berusia entah 60-an atau berapa saya juga belum pernah nanya (karena menurut saya bertanya masalah umur, agama, dan jodoh itu sangat tabu. Ciey… banyak alasan koe gung :D ) ini dalam hal tenaga untuk memijat bukan suatu keharusan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana alur atau aliran urat atau otot yang harus diperbaiki dalam dunia pijit-memijit.

Urusan keseleo mudah. Urusan otot kaku gampang tapi yang pastinya kalo urusan dompet kosong jangan skali-kali dibawa ke tukang pijet yak.

Namun…kini, setelah dua tahun saya bermukim di Kota Banda Aceh ini saya merasa kesepian. Belaian pijet yang dulu sering saya rasakan seakan hilang tak berbekas. Disaat saya teler, badan meriang tak ada lagi pijatan menohok simpul-simpul otot saya yang sering dinggap tidak lancar dalam dunia perpijetan ini. Yang tersisa tinggal hobi saya kerokan ketika badan meriang.

Terakhir kemarin pas lebaran tahun 2008 itulah saya merasakan pijetan mBah Somo yang melegenda. Semoga nanti lebaran 2009 bisa jumpa lagi dan tentunya dengan sensasi-sensasi yang tidak ada tandingannya.

"pak agung": Tinggal kenangan kah?

0 komentar
Sabtu lalu(4/7) sebenernya hari libur karena pas jatuh dihari sabtu. Tapi dari pagi saya dah siap-siap buat mandi trus berdandan layaknya hari senin sampai jumat.

Tumben-tumbenan mandi pagi dihari sabtu ini sebenarnya ya memenuhi kewajiban saya untuk mengadakan final test untuk mahasiswa-mahasiswa yang saya ampu selama satu semester ini. Kebetulan saya selama satu semester ini diajak oleh rekan yang kebetulan juga menjadi seorang dekan di salah satu fakultas di sebuah institute agama di Banda Aceh untuk berbagi cerita (dan kadang juga kebohongan hahaha).

Cerita punya cerita, selama satu semester ngajar ini ada satu hal yang membuat saya agak sedikit aneh tapi juga menyenangkan. Apa itu? Saya dipanggil oleh mahasiswa-mahasiswa saya dengan panggilan bapak atau kadang pak atau juga pak agung. Hihihi suer pertama kali dengernya saya Cuma bisa senyum dan nahan ketawa aja huahahaha (nah ini baru saya keluarkan ketawa saya).

Saya yang masih lajang, trus belum punya istri, belum punya anak, tapi dah punya keponakan tiga. Kok dipanggil bapak hihihihi setua apa ya saya ini?

Terlepas dari masalah tua ataupun muda. Saya juga merasa bersyukur kok. Gimana enggak, kelakuan saya otomatis jadi terpengaruh juga dengan panggilan “bapak” tadi. Ehm…sedikit lebih dewasa tentunya hahaha (ketawa puas).

Tapi…hari ini setelah final test berlalu. Panggilan “bapak” itu akankah juga berlalu dan berakhir? Ehm…mungkin akan tinggal menjadi kenangan dan akan menunggu beberapa bulan entah tahun untuk dipanggil “bapak” yang sebenarnya

30 Juni 2009

ATMku sayang, ATMku malang

2 komentar

Gila bener…hari itu (10/6) emang bikin nyali saya keder bukan kepalang. Gimana enggak atm-ku tercinta buatan bang man syah tiba-tiba ngilang aja dari dompetku tercanti. Hiks…sedihnya pun bukan kepalang.

Cerita punya cerita. Kejadian ini terendus ketika saya yang lagi dalam perjalanan menuju ibukota Negara saya mendapat sebuah mesej berkabar baik. Yang intinya pemberitahuan dari adek saya di Jogja kalo di pameran computer yang baru saja dibuka ada L.I.L (laptop idaman lain) yang dijual dengan harga amatlah miring bila dibandingkan dengan harga di hari biasa. Katanya cuma 3 koma sekianlah gitu ceritanya. Ya sudah langsung saya putuskan bahwasannya saya menerima pinangan untuk memiliki L.I.L dan saya suruh segera adek saya untuk mengirimkan nomor rekeningnya.

Kemudian saat-saat yang tidak diharapkan terjadi. Saya buka dompet saya yang keren dengan P.D. hati. Namun sungguh malangya nasib awak. ATM berwarna hijau asli bikinan mbak desi itu tidak berada pada posisi yang diharapkan. Loh…kemana ini ATM saya yang kusayang-sayang, kok kamu menghilang begitu pikir saya. Panic bukan kepalang saya menghadapi cobaan hidup yang begitu berat ini. Gimana nggak berat, lah saya ini sedang dalam perjalanan yang jauhnya teramat sangat eee…. Malah kehilangan ATM.

Duh Gusti….paringana ATM 

Huah…ya sudahlah. Akhirnya saya putuskan untuk tetap bersabar membesarkan hati saya sendiri. Habis ga ada orang lain sih selain saya sendiri.

Untung tak dapat ditolak…Gusti Allah mengabulkan permohonan baik saya. Disaat-saat kritis tersebut saya sedang ber-sms-an dengan dewa penyelamat saya mbak nopri yang kebetulan lagi emang kerja di bank yang penerbit ATM saya tersebut. Akhirnya dengan bantuannyalah rekening saya diblokir untuk sementara. Yes…yes… tengkiyu mbak nopri… tengkiu Gusti Allah

Huuf…sedikit masalah sedikit teratasi.namun dibalik menghilangnya ATM saya itu apakah ada firasat-firasat dibaliknya. Saya kemudian termenung sendiri (emang dari dulu tuk kamu sendiri to gunk. Kok bergaya baru sendiri :p)

Apakah saya nggak boleh beli laptop yang sudah dari dulu saya nanti-nantikan atau emang dengan adanya berita kabar laptop dari jogja itu menyadarkan saya bahwa ATM saya sedang menghilang. Wallahualam ya…saya tidak bisa menduga-duganya tentunya.

Dan yang paling penting sekartang ATM saya sudah aman dalam blokiran.

Buat kawan-kawan semua….ingat setelah ambil uang di ATM pastikan bahwa ATM tersebut telah kembali ke tempatnya semula. Ingat-ingat…

Dan hari ini (30/6) saya masih menungu selama seminggu lagi untuk mendapatkan ATM baru yang sudah saya pesan seminggu lalu juga. Ehmm berarti saya punya A.I.L dong seminggu lagi :D (maksudnya ATM Idaman Lain)

15 Juni 2009

Ternyata Tetap Medhok

4 komentar

Sebelum memposting cerita-cerita saya yang lain, hari ini saya mau cerita tentang kebenaran diri saya.

Saya ternyata baru nyadar kalau saya ini masih medhok (bahasa indonesianya apa yo? Kalo nggak salah sih cara atau gaya berbicara khas warga jogja yang selalu memberi penekanan sampe benar-benar pada titik terbawahnya. weleh...weleh...apa lagi ini. pokoknya ya cara ngomong yang sangat klasik gitu deh).

Ceritanya kalau saya baru nyadar tentang kemedhokan saya ini baru saya lihat pagi tadi, ketika saya membuka memori card kamera saya yang menyimpan rekaman video kegiatan seminar di papuan kemaren. Setelah saya amati dengan betul-betul... oh...alangkah medhoknya gaya bicara saya :D

Maka tak heran kalau beberapa waktu yang lalu saya dibilang oleh temen saya, kalau saya ini orang Aceh yang medhok. huaaahbusahaha.

Kembali saya mengalami keterlambatan dalam hal sadar diri.

btw eniwe baswe & juga trans jogja... kalo ada temen-temen yang mengetahui arti kata medhok boleh kok berbagi. nggak harus ke wikipedia :D

sumber poto: koleksi pribadi goenk sebelum ditempel di ijasah (bisa & boleh di donlot sebanyak-banyaknya)

09 Juni 2009

Ketek Kanan vs Ketek Kiri

5 komentar

Beberapa hari lalu tepatnya dihari minggu saya iseng-iseng mengamati tubuh saya sendiri. Perasaan saya ada yang aneh aja gitu yang membuat saya trus penasaran di hari itu.

Setelah menjelajahi seluruh tubuh, akhirnya saya nemu juga ternyata ada hal aneh di ketiak alias ketek saya. Yah betul skali, di ketek saya yang jumlahnya dua ini.

Begini neh cerita keanehan saya. Jujur saya akui bahwa seumur hidup tuh saya memang jarang sekali memperhatikan barang-barang saya yang tempatnya itu nyelip-nyelip. Tau kan maksudnya? Maksudnya di tempat-tempat yang tidak terlihat gitu.

Nah sekarang langsung kepada pokok persoalan. Suatu ketika setelah sekian lama penasaran saya tengok ketek saya yang aduhai ini. Dari sisi kanan, sisi kiri dan bolak-balik terus menemukan sepuluh perbedaan yang ada. Abis tu langsung dikirim ke Tabloid Minggu Pagi (btw masih ga sih koran yg terbit tiap minggu di jogja itu? setiap terbit kan ada kuis tuh yang tugasnya mencari 10 perbedaanpada dua gambar). Nah mirip-mirip kayak gitu deh.

Dan ternyata...usut punya usut ketek saya yang sebelah kanan ini...hiks (sebenarnya saya nggak tega mengungkapkannya) ternyata ketek kanan saya itu lebih bau dari ketek kiri saya. Huahahaha... abis tuh ternyata lagi ketek kanan neh emang bandel kali ya, sukanya maen yang jorok-jorok, tingkat kekotorannya melebihi dari pada ketek kiri saya. Oh no....

Ya sudah lah biar pun bau ataupun lebih kotor namun saya masih mencintainya kok :) sooooo....sweeeeeeet....

Trus-trus... nah sekarang setelah saya analisa dengan berbagai macam teori dapat saya simpulkan begini:

1. tingkat kojorokan ketek kanan ini adalah akibat dari lebih aktifnya kita menggunakanbagian tangan kanan kita, dus secara tidak langsung tangan kiri kita akan sering bergerak & ketek kita tentunya juga akan mengeluarkan air keringat yang lebih banyak pula. Selain itu debu yang slalu ada di sekitar ketek kita otomatis juga akan lebih senang nyangkut.

2. yang ini baru saya tahu kenapa kok cowok tuh senengnya & slalu aja dibudayakan, kalau lagi jalan sama cewek, posisinya di sebelah kanan. Nah ini dia alasannya, kalo si cewek jalannya di sebelah kanan cowok otomatis dong akan lebih dekat dengan ketek sebelah kanan cowoknya itu. Dan bau ketek yang ga karuan itu akan lebih terasa menyengat di sebelah kanan. Pesan buat para cewek: kalau lagi jalan-jalan berdua ma cowoknya coba deh disebalah kanannya pasti deh bau aslinya ketahuan. hahahaha....

3. untuk mencegah bau ketek yang berlebihan pakelah deodoran atau kalau masih ada yang nanam pohon sirih ambil aja beberapa lembar daunnya dan seduh tiap pagi n malam segera minum sebelum dingin. Dalam beberapa minggu akan terlihat perbedaannya.

foto diatas boleh digandakan sesuka hati dengan menyebutkan sumbernya http://go-goenk.blogspot.com

07 Juni 2009

Papua...seperti apa ya?

2 komentar

Menunggu 3 hari kok kayaknya lama banget ya... bikin deg-degan aja, mikirin gimana mbesok sampe Papua ya.

Pokoke blank abiz deh tentang Papua. Yang saya tau ya cuma propinsi paling timur gitu hehehe.

Rabu besok(10/6) neh rencana mau brangkat Papua dalam rangka (yg kali ini sok2 ilmiah gitu, jgn pada ketawa ya :D) seminar hasil penelitian BPSNT se-Indonesia.

Sebenernya kalo mo ke Papua neh duluuu banget pernah terbayang (wah rasanya enak jalan-jalan di pulau yang jauhhhh banged...gitu pikir saya). Eeee nggak taunya kejadian bener. hehehe terima kasih Tuhan yang slalu mengabulkan mimpi-mimpi saya.

Jadwal hari ini yang tadi rencana mau jalan-jalan keliling kota Banda Aceh akhirnya batal karena ternyata susah juga mendapatkan hiburan yang asik-asik hehehe akhirnya dari pada tujuan ga jelas yo mampir aja di warnet.

Trus dengan bantuan kebaikan om google ari trus deh info tentang papua.

yok..trus...trus...mencari

04 Juni 2009

Kebodohan di Hari Rabu

2 komentar

Hari kemaren rabu (3/6) merupakan hari yang begitu kocak banget skaligus kebodohan yang tertunda untuk saya.

Setelah makan siang di keude bang Bagus selesai, seperti biasa dengan “kereta” yang paling setia menemani saya setiap waktu setiap saat bergaya biker-biker keren menjelajahi kota Banda Aceh (maksudnya putar2 kota aja). Pas lewat mesjid Biturrahman, tanpa dikomando saya yang dari tadinya ga jelas mau kemana, langsung meminggirkan kereta saya tepat di jambo ranup atau yang bahasa kerennya tempat orang jualan sirih. Mau ngapain gung? Weleh..weleh… bukan maksud hati untuk mendekati cewek-cewek yang ada di tempat itu tapi ini mau bernostalgila. Wuih bergaya banget kan…gimana nggak nostalgila. Setahun yang lalu atau tepatnya di tahun 2008 saya melakukan penelitian (sok..sok ilmiah neh:p) tentang makna ranup pada masyarakat Aceh. Nah mau nggak mau saya juga setiap saat waktu itu harus slalu dekat & jeli ngamati orang-orang di jambo ranup itu.

Nah ini adalah “kambek” saya untuk bernostalgila. Saya keluarkan uang ribuan dan bertukar transaksi (barter) dengan ranup (ramuan sirih pinang). Satu bungkus dapet 6 biji kalo masih ingat.

Nah sampe di kantor penasaran saya (sejak dulu kok nggak pernah mau masuk ketelen tuh ranup) kembali saya ulangi.

Dengan hati mantap sebiji ranup saya kunyah-kunyah. Mantab….(masih dengan kondisi normal). Habis tuh kira-kira 3 menit dikunyah2 saya mencoba menelannya dan….. huuuuak gila…. Susah banget sih mau nelan ranup satu ini (kondisi sedikit sempoyongan mau muntah).

Penasaran kembali memuncak. Gila bener neh ranup dari setahun lebih saya mencoba menelan ko ga pernah mau masuk2 ya ke kerongkongan saya ini. Saya jadi bertanya-tanya: “Tuhan apakah saya memang tidak berjodoh dengan sirih ini?” atau “Tuhan apakah cukup burger aja yang boleh masuk ke kerongkongan saya atau McD (ini booong banget…di Aceh gada McD hoey…jangan mau diboongin agung hahaha).

Ya sudah lah saya pasrah. Sedikit penasaran saya pun bertanya pada temen saya yang emang orang Aceh beneran (kalo saya ini kan orang Aceh “medhok” hahaha).

Ternyata bung!

Gila bin edan…baru tau ini (terlambat bgt sih). Ternyata orang makan sirih itu tidak pake acara ditelen-telen sgala. Weleh-weleh…indera pengamatan saya telah terbutakan. Jadi selama ini sirih tu cuma dikunyah-kunyah to!

Wedhus gembel pantes saja dari tahun bahula tuh sirih nggak mau aja di ajak masuk perut.

Huuhuuhuuu sebegitu bodohnya aku hari itu.

(ketawa sendiri hahahahaha)

photo: koleksi pak harun yang agung poto lagi (jadi poto dipoto)

19 Mei 2009

Pembunuh Berdarah Dingin

8 komentar


Siang tadi kira-kira sore menjelang petang dalam perjalanan Banda Aceh - Medan mungkin merupakan hari yang paling menyeramkan buat saya seorang. Kenapa Gunk? Karena dengan sangat menyesal saya menjadi seorang pemuda pembunuh berdarah dingin :+++>

Ceritanya begini :
Hari Senin pagi-pagi karena ada kegiatan Lawatan Sejarah Daerah di Kabupaten Aceh Singkil, saya seperti kegiatan yang sudah-sudah berangkat bersama Pak Jun (Big Bos di Balai) pada rombongan ketiga untuk melakukan perjalanan ke Singkil via Medan. Kenapa harus ke Medan dulu (penting ga sih dicritain :p)? ya karena sebelum terbang ke singkil di Medan kita harus jemput "para Bos" dari Jakarta yang juga ikut meramaikan ke Singkil.

Cerita punya cerita...dalam perjalanan darat dengan cuaca yang cukup cerah ceria ini sebetulnya sangat sempurna tanpa celah sedikitpun. Namun apa yang terjadi saudara-saudara. Manusia boleh berencana tapi Tuhan pula yang menentukan. Dalam perjalanan yang cukup mengasikkan tersebut ada satu insiden kecil mewarnai perjalanan indah saya.

Saat asyik-asyiknya membecek pedal gas sedalem2nya & terlihat jarum spedo mendekati angka 105 km/jam tanpa ada komando dari induk ayam, seekor anak ayam jantan lari dengan riang ke arah jalanan yang akan saya lewati. Jujur aja saya kaget setengah mati. Saya juga menduga bakal ke tabrak kamu an...(panggilan anak ayam)!

Saya cuma punya 2 pilihan entah menarik atau tidak. Pertama, tabrak trus atau kedua hindari nabrak dengan 2 resiko juga. a)Kesatu Rem poooool dengan konsekuensi kepala benjut kejedot stir atau b) banting stir dengan konsekuensi mobil ngepot-ngepot atau bisa jadi terguling-guling.

Akhirnya tanpa pikir panjang. Happppp langsung ku sambar!
oooh noooooo anak ayam itu terjungkal tewas di TKP dan saya hanya bisa menatapnya dari kaca spion (hiks....maapin saya an....)

Huuh habis tuh saya liat lagi di spion. Tapi kali ini bukan ngeliat ke arah anak ayam yang terkapar, tapi melihat ke muka saya sendiri. Ternyata muka saya tetap dingin seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Padahal anak ayam itu baru saja meregang nyawanya.

Tidak......apakah saya telah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin??????
Kepada Gusti Allah...ampunilah hambamu yang telah mencabut nyawa anak ayam itu. Dan untukmu anak ayam, maapin saya yah! semoga Allah mengampuni kesalahanmu & semoga slalu disisiNya.

Agung mengucapkan Turut Berduka Cita Sedalam-dalamnya

14 Mei 2009

Kejutan Kick (mas) Andy

0 komentar

Huuuf...setelah lama ga bersentuhan dengan blog kesayangan saya ini rasa kangen begitu memuncak.

Oiya hampir saja saya terlupa. Hari ini saya mau mengucap terima kasih, matur nuwun, teurimong geunaseh, yang teramat sangat besarnya untuk mas Andy F Noya yang telah memberi saya hadiah sebuah buku yang judulnya "Andy's Corner". Heboh banget deh kayaknya, gimana enggak setiap mampiran saya ke situsnya kick andy kerjaan saya yang mungkin terlihat iseng adalah slalu mengisi form kuis buku gratis (hehehe)

Trus critanya buku itu nyampe ke tempat saya begini neh:

Pagi itu (14/5) merupakan hari pertama saya masuk kerja lagi setelah hampir tiga mingguan kegiatan di Jakarta mengikuti prajab ditambah juga premudik ke Jogja. ehm...yang pasti setelah lama nggak hirup udara kota Banda Aceh kok rasa-rasanya beda gitu ya (sok perasaan neh :p)

Begitu sampai di kantor, pertama yang dilakukan adalah menghampiri daftar absen untuk sekedar mengobati rasa rindu mencoret-coret daftar absen yang selalu setia menunggui kantor. sret...sret...sret...beres! cukup sudah absen hari kamis ini.

Abis tuh buru-buru saya membuka ruangan saya yang emang slalu sayalah yang pertama untuk membuka pintu (kalau ada lomba cepet-cepetan masuk kantor, mungkin saya kok yang jadi juara hahaha gimana enggak jam setengah 8 WIA* saya pasti dah nyampe duluan). Setelah itu cerita punya cerita saya mulai cek isi laci saya yang memang tidak pernah saya kunci & yang saya temui adalah kiriman entah dari siapa yang beberapa minggu yang lalu nyampe.

Wah ada kejutan apa neh pikir saya dalam-dalam. Baru datang ke kantor setelah tiga minggu nggak masuk masak ada yang berbaik hati membuat kejutan sih.

Tanpa pikir panjang langsung aja "bungkusan berbalut bungkus warna coklat & yang pasti ditujukan kepada : sdr agung suryo s., jl. twk hasyim banta muda 17 banda aceh" ini saya buka dengan perasaan yang menggelora. bret..bret..(mungkin suara sobekan kertas seperti itu ya :p)
Waaaaah...dari kick andy! terkejut benar saya pagi itu. weleh..weleh... nggak nyangka & nggak diduga ternyata mas andy begitu baiknya mengirimkan hadiah yang begitu cantik kepada saya buku keduanya, "Andy's Corner"

Huhuy... sebuah buku yang mampu memberi suntikan semangat. Wah rejeki apa neh tiba-tiba mas andy memberikan sebuah buku yang sangat inspiratif. Jangan-jangan mas andy neh tahu ya kalo saya ini semangatnya kadang maju mundur nggak nentu.

Wah pokoke matur nuwun deh mas andy... semoga dengan adanya buku ini semangat saya jadi tambah yoi...hehehe

skali lagi matur nuwun , teurimong geunaseh dan terima kasih...

06 Mei 2009

Jogja...Tunggu Aku...

1 komentar
Dua minggu sudah acara berkelana di jantung ibu kota yang melelahkan skaligus menyenangkan segera berakhir. Itu artinya acara pre-mudik segera tiba...

horay...Wah yang pasti malam ini acara tidur malam bakalan keganggu & tidak senyenyak hari2 biasanya.

Kebiasaan kalao sudah mendekati aroma bau-bauan khas Jogja yang semakin menyengat, sindrom premudik bakalan kumat. Tanda-tandanya : jantung berdebar-debar, kepala ga mau diem , abis tuh bolak-balik kamar mandi.

hueeh...gpp deh yang penting bisa pulang rumah & berkeliling Jogja melampiaskan syahwat & nafsu makan segera terpenuhi. Kalao nggak salah sih sesuai dengan pepatah : " bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian"

trus Jadwal selama di Jogja direncanakan :
1. naek transJogja (yang katanya sih oke bgt).
2. ke bonbin (sekedar nengokin sodara2 seperjuangan sewaktu kuliah dulu).
3. lotek kolombo (kalo ga salah nama neh).
4. teh poci.
5. bakmi pak pele.
6. soping senter (berburu buku).
7. cari-cari makalah tinggalan jaman kuliah dulu.
8. servis laptop-e mas agus.
9. bakso prapatan pingit (yang selalu membanggakan).
10. kunjung-kunjung sodara (yang pasti ke rumah nenek tercinta).
11. kunjung-kunjung temen (seperjuangan & seperlawanan).
12. telaga sarangan (gara-gara premudik arisan maju setengah bulan dari jadwal).
13. dlll

yah itu tadi jadwal premudik yang akan berjalan sesingkat-singkatnya selama 4 hari di Jogja. smoga di bulan juni nanti bisa premudik seri II.

cukup sudah acara posting hari ini di sela-sela mencuri2 waktu prajab yang padat



Margonda-di sebuah warnet yg keren :)

pesan: untuk temen2ku prajab --> tetap semangat! besok hari pembantaian

16 April 2009

Rahasia Menang-Kalah: SBY-JK

2 komentar

Gelaran pemilu 2009 usai sudah. Yang tertinggal mungkin kesenangan dan juga tentunya kekecewaan. Yah begitulah garis yang sudah ditentukan Tuhan, kalau ada yang menang tentunya juga harus ada yang kalah. Dus, walaupun ada istilah paruh, tengahan, atau seri itu kan hanya reka-reka manusia saja. Dan herannya juga sangat banyak orang yang meyakininya, termasuk saya. hehehe.Gelaran pemilu 2009 usai sudah. Yang tertinggal mungkin kesenangan dan juga tentunya kekecewaan. Yah begitulah garis yang sudah ditentukan Tuhan, kalau ada yang menang tentunya juga harus ada yang kalah. Dus, walaupun ada istilah paruh, tengahan, atau seri itu kan hanya reka-reka manusia saja. Dan herannya juga sangat banyak orang yang meyakininya, termasuk saya. hehehe.

Kembali ke pemilu.

Kemaren tuh sehabis nyontreng, saya putuskan untuk keliling kota. Nggak adamangsud apa-apa sih ya sekedar jalan-jalan siang & mengabadikan gelaran pemilu di kota Banda Aceh yang kali ini menampilkan pemilu yang berbeda, tentunya berbeda di kampung saya di Jogja. Kalau di Banda Aceh di surat suara saya ada gambar partainya lokal, kalau di kampung saya Jogja yang ada petugasnya berseragam baju lokal, mangsudnya petugasnya pada pake blangkon & surjan layaknya mo acara nikahan.

Cerita punya cerita, cape deh saya killing kota. Trus nyampe di rumah saya langsung nonton tivi buat sekedar memantau perkembangan pemilu secara nasional. Ciey…bergaya pengamat neh :p

Dan yang menarik buat saya adalah gambar mengenai kejadian SBY juga JK yang asyik memperlihatkan tanda tinta di jari-jarinya setelah melakukan pencontrengan, seperti yang saya lakukan juga. Nah…ini dia saya langsung menebak-nebak, tanda-tanda kemenangan juga kekalahan orang nomor 1 & 2 negeri ini sudah terlihat.

SBY dengan disertai istri dan juga anaknya dengan senyum khasnya memperlihatkan JEMPOL tangannya yang habis dicelup ke tinta pemilu. Dari symbol yang diperlihatkan SBY ini jelas sekali merepresentasikan bahwa SBY dalam hal ini partainya Demokrat akan seperti Jempol SBY. Yaitu kemenangan.

Dan

JK waktu itu yang saya lihat di tivi, bersama istrinya memperlihatkan jari kelingkingnya yang habis dicelup dalam tinta pemilu. Hal inilah tanda-tanda yang saya baca bahwa JK dalam hal ini partainya Golkar akan bernasib seperti jari kelingking. Artinya gung?

Artinya ya partainya JK nggak bisa lebih besar dari partainya SBY dalam perolehan suara. Mana ada sih jari KELINGKING lebih besar dari jari JEMPOL.

Yah itulah simbol-simbol yang sempat saya baca dari kejadian-kejadian sederhana tapi kadang menjadi sepele. Jadi mulai sekarang buat temen-temen, kalaulah dalam menggunakan symbol-simbol harus diperhatikan benar. Jangan sampai hal-hal kecil dan sepele menjadikan kita kecewa dibelakang hari.

27 Maret 2009

Ruang Golput

2 komentar

Pagi hari tadi saya heran ngeliat di metro tv. Dia acara editorial yang bahas tentang DPR, masak sih komentar yang masuk semua nggak ada yang bagus-bagusnya buat anggota DPR.

Kasihan deh luh anggota DPR... buah jatuh nggak jauh dari pohonnya, itu pepatahnya. Salah ya hihihi...

Artinya gung?

Artinya seburuk-buruk perilaku jorok anggota DPR ya pasti ketahuan juga toh. mBikin masyarakat pada apatis dengan kualitas anggota DPR. Korbannya ya di Pemilu 2009 ini. orang-orang jadi super cuek dengan pemilu. Orang-orang jadi jadi su'uzon dengan caleg, walaupun kualitas moral mereka enggak jelek-jelek amat tapi ya kayaknya tetep jelek yang ini hehehe...

Bicara masalah per-golput-an, saya kira itu merupakan hak & kewajiban kita untuk golput seandainya! Ada seandainya loh ini, jadi jangan nuduh saya pro-golput ataupun golput-mania. saya teruskan yaa, seandainya kualitas caleg emang ga asyik gitu loh alias buruk.

Saya kira, ini menyangkut manfaat atau mudhorot. masak kita dipaksa nyentrang kalo nyentrang hanya untuk memasukkan koruptor-koruptor ke gedung terhormat negara kita ini. Ini kan jelas-jelas mudhorot gitu loh. Dan menyangkut pengharaman golput, berarti secara tidak langsung orang-orang yang mengharamkan ini turut serta membuat negara jadi mudhorot toh. Logikanya kan begitu. 

Tapi ya mau gimana lagi. Saya sebagai wong cilik hanya pasrah semoga pilihan saya ini adalah yang terbaik dari banyaknya pilihan yang baik-baik.

Weleh...weleh... bijaksana saya ya!hihihii

Kalau-kalau saja di DPR ada Fraksi Golput pasti deh jadi fraksi dengan jumlah anggota paling banyak.

dengan ucapan terimakasih, gambar saya culik dari http://jiwajuang.files.wordpress.com/2009/01/ 353183614lae7.jpg 

24 Maret 2009

Partai Dangdut Okay...

2 komentar

tung itung... itung.... pemilu tinggal brapa hari lagi?

Hueh... belum dapat rasa yang pas buat contreng partai mana yang bisa diandalkan. Katanya 5 menit di bilik TPS menentukan nasib kita 5 tahun kedepan. Nah inilah yang bikin saya tambah deg..degan hatinya gitu. Tanggung jawab morilnya begitu besar dengan apa yang musti kita contreng.

Ngomong-ngomong soal partai beraliran alternatif, saya jadi keingetan sama mimpi saya yang beberapa hari lalu membuat saya jadi kurang nyenyak tidurnya. Waktu itu saya bermimpi menjadi seorang Caleg dari suatu partai yang entah apa namanya. Dengan gaya khas layaknya caleg yang sudah profesional saya dengan partai saya ini menawarkan berbagai program 5 tahun kedepan. Membawa negeri ini aman, tentram, gemah ripah loh jinawi.

weleh...weleh...

Trus kenapa harus partai dangdut? ya ini cuma bentuk visualisasi mimpi saya saja. Gimana enggak! waktu itu dalam mimpi saya, saya melihat bahwasannya rakyat sekarang tidak butuh berbagai janji neko-neko ala partai-partai yang sekarang ini pada kampanye. Rakyat sekarang hanya butuh negara ini bergoyang sedikit saja. Nggak butuh duit banyak-banyak yang penting berbagai barang dapat terbeli. Nggak butuh yang aneh-aneh lah intinya.

Negara ini harus mak njenggelek dengan penuh semangat. Semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Oalah gunk, ngimpi kok macem-macem...

16 Maret 2009

"Koin Ajaib"

4 komentar

Di Jawa Timur sana Ponari, sang dukun cilik yang lagi heboh-hebohnya menyedot perhatian massa boleh berbangga dengan batu ajaibnya yang katanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti yang kita lihat di hampir semua televisi, pasien hanya menyediakan air putih kemudian sang dukun cilik mencelupkan batu ajaibnya ke dalam air yang dibawa tersebut. Abis tu selesai air dibawa pulang tinggal glek…diminum, berbagai penyakit bablas.

Lain ponari lain saya. Kalau tadi Ponari punya batu ajaib yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Saya juga punya barang ajaib yang juga bisa menyembuhkan penyakit pula. (Weleh…weleh…yang bener gunk. kayaknya sampeyan mau nyaingi dukun cilik Ponari apa gimana neh?)

Saya serius neh…dan sudah terbukti juga teruji. Begini neh ceritanya, dahulu kala saya tu nggak sengaja dapetin barang ajaib ini. Yah dari kebiasaan jajan di warung tetangga inilah yang membuat saya memperoleh barang ajaib yang ternyata bisa membantu menyembuhkan penyakit. Jadi bukan karena jatuh dari langit, tapi suer beneran dari warung tetangga yang ngasih kembalian jajan saya tadi. Barang saya ini berwujud koin bundar bertuliskan angka 100 cetakan Bank Indonesia.

Duit seratus perak inilah yang selalu saya manfaatkan untuk ngobati penyakit. Ketika saya sakit masuk angin langsung aja deh koin ajaib ini mulai digunakan untuk mengerok badan saya yang biasanya agak panas. Jadi bukan nyelupin uang ini kedalam air tapi siapin dulu balsam kemudian dioles dibadan langsung deh kerok kanan kerok kiri. Beberapa saat kemudian badan yang tadinya meriang bisa sedikit agak enteng.

Jadi buat temen-temen semua yang lagi masuk angin atau badan meriang coba saja koin ajaib saya ini. Yah sapa tau aja dengan ditambah doa, badan yang tadinya sakit bisa sembuh, sehat wal afiat :D

06 Maret 2009

ngeBakmi yook

6 komentar

Kalo kemaren saya cerita tentang teh poci n brongkos-nya Lek Min, sekarang saya mau ceritain lagi oleh-oleh saya dari Jogja yang telat crita kayaknya yak hahaha. Tapi gak apa yang penting tetep asiik.

Kali ini tentang bakmi. Ya bakmi... jangan salah lagi ya kalo ke jogja walaupun kotanya kecil warung makan tu ada aja dimana-mana. Maju selangkah ketemu warung bakso, maju selangkah lagi ketemu warung soto, maju selangkah lagi nemu warung sate, cape deh. Mosok selangkah makan selangkah makan kan kasihan perutnya. Nah kalo mau yang jalannya agak panjang datang aja ke warung bakmi Pak Pele yang ada di pojokan alun-alun utara, tepatnya pojok sebelah tenggara. Tapi jangan lewat jalan aspal loh, lewat aja di tengah-tengah lapangan hahaha becanda loh yang ini. Soalnya kalo kita jalannya lewat jalan aspal dijamin bakalan selangkah demi selangkah baru nyampe warung bakminya Pak Pele.

Seperti cerita saya yang kemaren juga, warung yang emang special masakin bakmi & nasi goreng ini pasti akan menghadirkan semangat kekeluargaan & gotong royong. Gimana enggak, kalo pas lagi penuh-penuhnya tuh kita ya harus nggelar kloso dhewe (gelar tikar sendiri) bersama sanak saudara atau sanak sahabat. Seperti yang saya alami kemaren pas lebaran, saya & kakak juga om&tante harus gotong royong gelar tikar. Warung yang buka tiap malem ini juga menghadirkan suasana romantis bintang-bintang yang bercengkrama di angkasa. Ciey...

Untuk masalah rasa sih nggak usah kuatir, soalnya bakmi ditempat ini special dibuat satu persatu dengan bara arangnya. Nah yang begini ini yang bikin kita dilatih untuk bersabar. Sangat pas dengan kata mutiara “orang sabar disayang Tuhan”. Dan semoga saja orang-orang yang pada makan di warung bakmi pak pele neh disayang Tuhan semua. Oiya selain kita dilatih bersabar dengan cara masaknya yang satu-satu ini kita juga bisa pesan bakmi atau nasgor sesuai dengan selera masing-masing. Mau yang pedas banget bisa, mau yang nggak pake telor oke, tapi kalo mau yang gratis nggak ada loh.

04 Maret 2009

ngeTeh Poci aaah...

4 komentar
Kalau bapak-bapak, ibu-ibu, om, dan tante semua pas lagi berlibur ke Jogja, nah pasti kan capek tu seharian jalan-jalan. Coba aja deh datang ke salah satu warung di pinggiran kota Jogja, pasti deh badan yang tadinya agak pegel-pegel bisa sedikit agak berkurang. Tapi yang pasti warung yang satu ini bukan warung pijet loh! Tapi warung teh poci. Yups...

Ceritanya begini neh...Kemaren pas mudik beberapa bulan yang lalu tu saya sempet-sempetin mampir ke warung sederhana di deket rumah. Nama warungnya warung teh poci Lek Min, sesuai dengan tema yang selalu hadir di hampir setiap warung-warung di Jogja yaitu kesederhanaan, warung ini cukup mewakilinya. Tapi jangan salah sangka warung yang bisa dijumpai di daerah Gumuk Indah ini menghadirkan “kemewahan-kemewahan” yang jarang dijumpai di warung sekelas Mc D.

Dengan harga menu yang tidak mencekik, jadi puas-puasin aja deh makan n minum sekenyangnya. Selain menu wajib teh poci, masih banyak makanan yang disediain Lek Min. Kebetulan kemaren saya makan brongkos yang memang di negeri Andalas mungkin nggak bisa ditemukan dengan gampang. Cerita tentang brongkos neh sebetulnya juga sangat romantis buat saya. Lha gimana enggak dari kecil saya sudah diperkenalkan dengan masakan yang satu ini. Kalo nggak salah ya, brongkos neh merupakan salah satu warisan kuliner di Jogja dan Jateng yang terbuat dari tahu, kacang kedelai, dengan kuah santan yang tidak terlalu kental dan asiknya lagi ditambah bumbu kluwak yang bikin aroma bertambah sedap. Tapi jangan salah loh, kalo di daerah tempel tu juga ada jangan(sayur) brongkos tapi beda isinya dengan yang di tempat Lek Min ini, soalnya kalo yang di bawah jembatan Tempel itu didalamnya dijampur juga dengan daging sapi.

Wah pokoke mantep marketep deh... oiya saya lupa kasih petanya ya! Jadi kalo ada yang mau berelaksasi sejenak di warung poci Lek Min ini naek becak aja atau kalau ada saudara nah itu lebih enak lagi tinggal suruh anter ke daerah Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Kalo belum ngerti juga yang pertama, cari simpang empat wirobrajan, nah kalo sudah ketemu trus aja jalan ke arah selatan kira-kira sekitar 1 Km, jangan belok-belok ya sampai nemuin sekolah yang namanya SMM atau SMSR nah kalau dah ketemu sekolah seni itu, bisa juga langsung tanya sama penduduk atau orang yang lagi lewat pasti ditunjukin arahnya. Soalnya warung Lek Min ini Cuma dibelakang sekolah itu :)
Selamat berlibur & menikmati santainya teh poci...
 

mari berbuat baik Goenk Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template